Suara.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mohammad Mahfud MD mengakhiri lawatannya ke beberapa pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur (Jatim) di Ponpes Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, Jember.
Di ponpes tersebut, ribuan santri, ustaz, kiai, dan ulama menyambut mantan ketua mahkamah konstitusi (MK) tersebut dengan riang gembira. Tak hanya warga ponpes, sejumlah warga sekitar Kecamatan Sukowono juga ikut berpartisipasi.
Ada juga relawan Mahfud MD di Jember yang ikut meramaikan kedatangan pasangan calon dari Ganjar Pranowo itu.
Selawat hingga musik Hadrah menyambut hadirnya pria kelahiran Sampang, Madura, tersebut. Gemuruh selawat Thola'al Badru mengiringi langkah Mahfud MD bertemu dengan Pengasuh Ponpes Nurul Qarnain KH Yazid Karimullah yang juga merupakan sahabat lamanya.
Kesejukan itu terlihat ketika keduanya bertemu dan berbincang seputar keislaman dan kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini.
Dalam kesempatan itu, Mahfud MD juga menghadiri sekaligus mengisi kegiatan dialog interaktif bersama Alumni PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo serta alumni dan dosen PP Nurul Qarnain. Warga Jember dan para relawan pun turut berpartisipasi dalam dialog interaktif ini.
Dalam dialog ini, Mantan menteri pertahanan tersebut mendengarkan banyak keluhan yang disampaikan warga ponpes maupun masyarakat setempat. Mulai persoalan ketersediaan pupuk dan harganya hingga guru honorer atau swasta.
"Banyak keluhan yang disampaikan tadi, tentang masalah guru honorer, guru swasta yang tidak seimbang pembagian sertifikat maupun pengangkatan melalui PPPK antara guru dari Kemenag dan Kemendikbud belum seimbang. Persoalan ini saya catat," ujarnya ditulis Jumat (29/12/2023).
Mahfud mengatakan, dirinya bersama Ganjar Pranowo berkomitmen dalam program kerjanya pangan terjamin, terjaga, terjangkau, dan terdiversifikasi. Termasuk menanggulangi kelangkaan dan melambungnya harga pupuk.
Baca Juga: Mahfud Tak Percaya Survei CSIS, Kubu Prabowo-Gibran: Biasalah, Karena Surveinya Di Bawah
"Kemudian, kelangkaan pupuk, padahal kita menuju negara pertanian yang punya ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian. Itu konsep pangan kita yang bertumpu pada pertanian. (Ketersediaan) Pupuknya juga harus kuat ya," ucapnya.
Selain itu, Mahfud juga menanggapi tentang minimnya upah guru, khususnya guru ngaji di kampung-kampung.
Karena itu, Ganjar-Mahfud berkomitmen membuat guru dan dosen sejahtera, berkualitas, dan kompeten sejajar dengan negara maju. Pendapatan guru dan dosen harus meningkat dan harus sejahtera melalui penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana.
"Saya menangkap banyak aspirasi dari alumni pondok pesantren, banyak dari guru, kaum difabel. (Program) sudah ada semua. Di bidang pertanian sudah kami programkan. Soal buruh juga kami programkan," ujar pria yang saat itu mengenakan baju koko putih dengan peci hitam.
Diketahui, setelah berdialog dengan warga, Mahfud menginap di Ponpes tersebut karena kerinduannya dengan suasana pesantren.
Turut hadir dalam dialog tersebut KH Abdul Wahid, KH Misbahul Salam, KH Muhidin Khotib, dan KH Nur Mashud Afni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'
-
Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
-
BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore
-
Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis
-
Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri
-
Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet
-
Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah
-
NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar
-
Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen
-
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis