Suara.com - Dalam rangka mengembangkan para Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Tanah Air agar terus berkembang dan maju, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus memberikan perhatian kepada UMKM daerah.
Salah satunya adalah penghasil kopi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara. Desa Tempur sendiri merupakan daerah yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikenal sebagai penghasil kopi jenis Robusta dan Arabika.
Melalui program Klasterku Hidupku, para penghasil kopi tersebut merasakan berbagai manfaat bagaimana usahanya banyak dibantu oleh BRI.
Anggota Klaster Kopi Romban Djoyo, Alif Ma’ruf mengatakan tradisi menanam kopi sudah dilakukan sejak nenek moyang hingga generasi saat ini.
Ia menuturkan, Kopi tempur memiliki keunikan karena berada di wilayah pegunungan Muria, yang mana pegunungan Muria itu dahulu adalah sebuah gunung berapi purba dan Desa Tempur merupakan kawah purba.
“Jadi struktur tanah yang ada di Desa Tempur itu bisa dibilang adalah tanah vulkanis jadi karena potensi kopi di Desa Tempur ini sangat besar maka oleh teman-teman petani kopi yang terutama anak-anak muda ini menyatakan untuk membikin sebuah kelompok namanya kelompok Klaster Kopi Romban Djoyo,” ucapnya.
Alif bercerita bahwa para Anggota klaster tersebut diberikan kemudahan oleh BRI salah satunya dengan memberikan bantuan alat roasting kepada klaster Kopi Tempur.
“Jadi anggota yang sebelumnya menjual kopi dalam bentuk mentah akhirnya saat ini bisa menjual kopi dalam bentuk yang bisa dinikmati yaitu produk Kopi Tempur,” imbuhnya.
Ketua Klaster Kopi Romban Djoyo, Khusnul Ulum mengungkapkan BRI menginisiasi terbentuknya Klaster Kopi dengan tujuan lebih banyak UMKM yang merasakan manfaat dari program BRI. Adanya mesin roasting dari BRI pun dapat menunjang produksinya sehingga menghasilkan Kopi Tempur yang berkualitas
Baca Juga: 10 Capaian Ciamik BRI Sepanjang Tahun 2023
“Dari 30 orang anggota klaster yang terdaftar itu kurang lebih ada sekitar 25 yang sudah punya brand masing-masing untuk penjualannya di Tempur sendiri itu mereka rata-rata punya toko masing-masing toko offline masing-masing jadi pengungjung bisa langsung datang ke toko. Selain diberi dukungan berupa mesin roasting dan mesin penggiling para anggota klaster juga diberikan kemudahan berupa pembayaran yaitu QRIS dan BRImo. Kita tahu sendiri kan sekarang untuk proses pembayaran lebih mudahnya pakai cashless ya jadi sangat membantu kami sekali,” papar Khusnul.
Anggota Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Nur Solikhin menambahkan, dengan adanya dukungan mesin roasting dan mesin penepung dari BRI semua anggota terbantu dalam proses produksi dan bisa meningkatkan kualitas produknya sendiri.
“Untuk sosialisasi ke masyarakat kita dari awal yang kita lakukan adalah untuk jasa roasting jadi dari teman-teman anggota klaster dan warga-warga lainnya kita sarankan untuk menjasakan roasting di tempat BUMDes disediakan kepada anggota Klaster. Untuk biaya roastingnya per kilo untuk anggota Klaster 8000 ribu rupiah untuk warga masyarakat diluar anggota Klaster itu 10.000 ribu rupiah, biaya itu gunanya adalah untuk operasional dan untuk perawatan mesin,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru