Secara umum, "Profesor" mengacu pada dosen senior yang memiliki jabatan fungsional tertinggi di perguruan tinggi. Namun, tergantung pada konteksnya, kata ini juga bisa digunakan untuk dosen secara umum atau bahkan pakar di bidang tertentu.
Lantas apakah Anies Baswedan bertitel Profesor?
Mengutip berbagai sumber lainnya, Anies Baswedan menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang doktoral atau strata tiga (S3) di luar negeri, dia menyandang gelar PhD di belakang namanya. PhD adalah akronim dari Doctor of Philosophy yang diberikan oleh perguruan tinggi di luar negeri kepada seseorang yang telah menuntaskan pendidikan S3.
Anies menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan masternya dengan beasiswa Fulbright, mengambil jurusan keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs di University of Maryland. Selanjutnya, Anies mendapatkan beasiswa untuk pendidikan tertingginya di jenjang doktoral pada bidang ilmu politik di Northern Illinois University.
Sebelum menjejaki politik, Anies terlebih dahulu berkarier di bidang akademik. Dia pernah menjadi rektor Universitas Paramadina selama delapan tahun yaitu pada 2007 hingga 2015. Di bidang pendidikan, Anies terkenal sebagai penggagas sekaligus pendiri program Indonesia Mengajar, yang didirikan sejak tahun 2009 lalu dan masih eksis hingga saat ini.
Indonesia Mengajar adalah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim pengajar muda yang berminat untuk mengabdi kepada bangsa dengan mengajar ke seluruh pelosok tanah air.
Berdasarkan data dari laman PDDikti, Anies Baswedan masih berstatus dosen tetap di Universitas Paramadina yang sedang melaksanakan tugas di instansi lain. Dia menjabat sebagai dosen program Ilmu Hubungan Internasional dengan jabatan fungsional sebagai seorang lektor.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tindakan Prabowo yang menyebut Anies sebagai seorang profesor adalah keliru. Pasalnya, Anies yang mejabat sebagai seorang lektor masih perlu naik ke dua jenjang lebih tinggi lagi untuk bisa disebut sebagai seorang profesor.
Baca Juga: Indonesia Krisis Petani Muda, Anies: Negara Harus Perbaiki Tata Niaganya!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat