Suara.com - Penyanyi dangdut Inul Daratista kembali berbicara terkait soal pajak. Setelah pajak hiburan, dirinya kembali mengutarakan biaya pajak rumah di kawasan elit Pondok Indah.
Lewat akun instagram resminya @inul.d, pemilik gerai karaoke Inul Vista ini menyebut, banyak rumah di Pondok Indah yang dijual akibat biaya pajak yang tinggi.
"Nih, Pondok Indah teman2 sy byk yg nawarin rumahe dijual, gak kuat mbayar pajak rumah yg selangit!! Yang duitnya banyak bodo amat lihat kita nangis darah. Sampe beneran naik nih pajak.... kalian bukanlah wakil rakyat tapi pembunuh rakyat!!!" tulis Inul dalam unggahannya di Instagram yang dikutip, Selasa (16/1/2024).
Atas pernyataan Inul tersebut, Suara.com mencoba menghitung besaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Pondok Indonesia. Berdasarkan data dari RUmah 123, besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sekitar Rp 29 juta per m2.
Adapun, PBB akan dipungut oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta. BPRD memungut PBB sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Dalam aturan tersebut mengatur subjek pajak, wajib pajak, objek pajak dan tarif PBB-P2. Terdapat empat tarif PBB-P2 yang berlaku berdasarkan Perda tersebut, yaitu tarif 0,01% untuk properti dengan NJOP < Rp 200 juta).
Kemudian, tarif 0,1% untuk NJOP Rp 200 juta sampai dengan Rp 2 miliar, tarif 0,2% untuk NJOP Rp 2 miliar sampai dengan Rp 10 miliar, dan tarif 0,3% untuk NJOP Rp 10 miliar atau lebih.
Untuk menghitung PBB, besarannya akan dipotong dari total nilai jual kena pajak (NJKP). Besaran NJKP diperoleh dari nilai jual objek pajak (NJOP) dikurangi NJOP tidak kena pajak alias (NJOPTKP).
Perhitungan NJOP dan NJOPTKP ini akan ditentukan oleh pemerintah daerah, di mana nilai NJOP akan diperbaharui setiap tahunnya oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Pajak Usaha Spa Terlalu Tinggi, PHRI Bali Harap Aturan Pajak Direvisi Melalui MK
Dalam contoh kasus rumah yang dijual di Pondok Indah, terdapat rumah yang dijual dengan luas tanah 2.722 m2 dengan nilai per meternya Rp 29,22 juga. Jika dikalikan maka nilai NJOP rumah tersebut sebesar Rp 79,54 miliar.
Karena nilai NJOP itu di atas Rp 10 miliar maka dikenakan tarif 0,3%, sehingga jika dikalikan maka NJKPnya sebesar Rp 238,63 juta.
Kemudian dikurangin dengan pengurangan atau pembetulan pengenaan Rp 35,79 juta, maka nilai PBB-nya dari rumah mewah di Pondok Indah yang dijual tersebut sebesar Rp 202,83 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Siap-siap! Purbaya Pastikan THR ASN Rp 55 Triliun Cair Minggu Pertama Puasa
-
Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag
-
LENSA Invoice Material Jadi Langkah Strategis Telkom Akses Perkuat Tata Kelola Digital
-
Sepanjang 2025, TJSL PLN Peduli Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
-
Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan
-
Klarifikasi Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora
-
Investor Serbu Pasar Saham, IHSG Terbang ke Level 8.300
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Dana Tanggap Darurat Kemenpu Dialihkan dari Pos Anggaran, Begini Kata Menkeu
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun