Suara.com - PT Rekso Nasional Food, pemegang waralaba dan pengembang merek McDonald’s Indonesia tengah mengubah stigma masyarakat terhadap boikot produk yang mendukung Israel. Salah satunya, McDonald’s Indonesia jadi pengumpul sedekah untuk warga Palestina.
Pengumpulan Donasi kemanusiaan ini dengan menggandeng Baznaz Indonesia.
"Ke depannya, program ini akan menjadi payung seluruh kegiatan kemanusiaan yang kami lakukan. Selain itu, untuk memberikan dampak positif yang lebih besar, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi nonprofit, ataupun organisasi terpercaya lainnya, untuk bersinergi guna mencapai tujuan kemanusiaan," ujar HR & GS Director PT Rekso Nasional Food, Yulianti Hadena dalam keterangannya, Kamis (1/2/2024).
Lebih lanjut, komitmen terhadap kemanusiaan PT Rekso Nasional Food juga diwujudkan dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap kedua berupa 1.000 selimut untuk warga Palestina yang masih sangat membutuhkan uluran tangan kita dan tengah menghadapi musim dingin.
Bantuan kedua ini termasuk di dalamnya hasil penggalangan donasi karyawan PT Rekso Nasional Food yang telah dikumpulkan sejak 23 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan PT Rekso Nasional Food kepada Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Kolaborasi McDonald’s Indonesia Bersama Baznas sebagai Mitra Penghimpun Sedekah Palestina
Melalui kolaborasi ini, seluruh restoran McDonald’s di Indonesia akan dipasangi poster berisi kode QR khusus yang memudahkan pelanggan dan masyarakat bersedekah untuk membantu sesama, salah satunya pada periode 1-20 Februari 2024 yang ditujukan untuk membantu saudara kita di Palestina.
McDonald’s Indonesia adalah restoran cepat saji pertama yang menjadi mitra penghimpun sedekah BAZNAS RI untuk membantu kemanusiaan.
Baca Juga: Keji, Tentara Israel Serbu RS Al-Amal Di Gaza Usai Pengepungan 10 Hari
"Nantinya, keseluruhan dana yang terkumpul dari masyarakat dan pelanggan selama periode yang sudah ditentukan akan digunakan oleh Baznas RI untuk membeli selimut yang akan disalurkan melalui perwakilan yang berada di pintu masuk bantuan di Mesir. Semoga niat dan langkah baik ini dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata Yuli.
Baznaz berharap langkah baik ini bisa kembali menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan sangat membutuhkan uluran tangan.
"Kami juga berharap bantuan 1.000 selimut ini dapat memenuhi kebutuhan saudara kita di Palestina yang saat ini menghadapi musim dingin," kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%