Suara.com - President University akan terus meningkatkan kinerjanya agar lebih berperan dalam diplomasi dan meraih devisa melalui bidang pendidikan. Upaya itu, antara lain, dilakukan dengan menghadirkan lebih banyak lagi mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia untuk kuliah di President University. Dan, peluang ini sangat terbuka.
Menurut data situs izin belajar di Direktorat Kelembagaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, President University sudah selama enam tahun berturut-turut, yakni sejak tahun 2017 hingga 2022, menjadi perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak se-Indonesia untuk tingkat sarjana atau S1.
Demikian diungkapkan oleh Handa S. Abidin, S.H., LL.M, Ph.D. saat dilantik sebagai Rektor President University, di Auditorium Charles Himawan, Gedung A lantai 5, Kampus President University di Jababeka Education Park, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Hadir dalam pelantikan tersebut DR SD Darmono, Chairman Grup Jababeka dan pendiri President University, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP), Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, Staf Ahli Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk bidang Inovasi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris YPUP, Justin Endramukti, Bendahara YPUP, Prof. Dr. Chairy, Rektor President University (2022-2024) dan para wakil rektor, serta jajaran direksi Jababeka Group.
Hadir pula dalam upacara pelantikan tersebut Dr. Drs. Chandra Setiawan, MM, Ph.D. yang juga Ketua Dewan Pengawas YPUP, Prof. Dr. Ir. Joko Santoso, Dirjen Pendidikan Tinggi (2010-2012) dan Rektor ITB (2005-2010), yang bersama dengan Ibnu Hadi, M.Ec, Duta Besar RI untuk Vietnam (2016-2020), dan Abdul Wahid Maktub, Duta Besar RI untuk Qatar (2003-2007), menjadi penasihat Rektor President University.
Selain itu hadir pula Prof. Stephen G. Barnes, profesor hukum dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat, mantan Rektor President University dan pengurus YPUP, mitra-mitra bisnis President University, para alumni, serta tamu-tamu undangan lainnya.
Universitas Perlu Beri Inspirasi
Dalam sambutannya pada acara pelantikan tersebut, SD Darmono mengatakan bahwa President University tak boleh berhenti mengembangkan dirinya untuk terus menjadi lebih baik.
“Untuk bisa terus maju dan berkembang, kita perlu merekrut orang-orang muda,” kata Darmono ditulis Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Presuniv Ikut Promosikan Kerja Sama China-ASEAN dan China-Indonesia
Itu pula yang menjadi pertimbangan President University ketika mengangkat Handa S. Abidin sebagai Rektor. Usia Handa saat ini adalah 38 tahun.
Agar President University terus maju dan berkembang, lanjut Darmono, selain merekrut banyak orang muda, kunci lainnya adalah pada inovasi.
“Negara kita sekarang ini sangat serius mendorong inovasi. Dan, President University harus ikut memberikan dukungannya,” tegas Darmono.
Agar mampu terus berinovasi, katanya, peran riset menjadi sangat penting.
“Dari mana datangnya gagasan riset? Dari inspirasi. Dan, inspirasi itu datangnya dari universitas, termasuk dari President University,” urainya.
Dalam kesempatan memberikan sambutan pembuka pada acara pelantikan rektor baru, Prof. Budi Susilo juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Chairy.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
-
Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI