Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menggelar acara diskusi bertajuk 'Ruang Gagasan' yang merupakan seri diskusi menuju Youth Economi Summit (YES) 2024.
Acara yang dikhususkan untuk kalangan anak muda ini diharapkan dapat memberikan masukan dan gagasan penting dari sektor ekonomi bagi pemerintahan baru pada Oktober 2024 mendatang.
Setidaknya ada 10 tema diskusi berbeda yang akan digelar setiap bulannya dari bulan Februari hingga Oktober 2024.
Pada seri perdana ini CORE Indonesia mengangkat isu terkait 'Towards an Inclusive Green and Digital Economy' yang diadakan di Kantor Pusat CORE Indonesia di Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (27/2/2024).
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan diskusi ini diharapkan dapat menciptakan gagasan-gagasan penting agar bisa menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan lewat pemerintahan baru yang akan dilantik.
Diskusi ini dia bilang bukan hanya sekedar belajar terkait isu-isu ekonomi tapi juga suara yang dihasilkan dalam diskusi ini bisa masuk kepada para pengambil kebijakan kedepannya.
"Anak-anak muda banyak sekali pemikiran yang kritis dan out of the box dengan pemikiran yang tidak kalah sebetulnya," kata Faisal.
Menurut dia pemikiran-pemikiran anak muda yang kekinian perlu untuk diakomodasi, dimediasi dan harus bisa disampaikan kepada para pengambil kebijakan.
"Pada isu saat ini misalnya terkait green terkait keberlanjutan dan digitalisasi nah itu isu-isu kekinian dekat dengan anak muda dan akan banyak juga menjadi pertimbangan pemerintah kedepan. Nah itu yang akan kita ambil," katanya.
Baca Juga: Ekonomi Syariah Indonesia Masuk Tiga Besar Dunia, Saatnya Bank BSI Bersinar?
Dirinya pun optimis apa yang dilakukan CORE Indonesia saat ini pesannya akan sampai ke pemerintah baru, mengingat lembaga think tank ini selalu diperhatikan oleh pemerintah dari sekian banyaknya advokasi kebijakan yang dilakukan CORE Indonesia selama ini.
"Kalau CORE mampu mengakomodasi aspirasi dari anak muda ini kita yakin ini akan menjadi daya tarik dan dorong lebih besar kepada pemerintahan bukan hanya dari CORE tapi juga dari stakeholder dan kalangan anak muda," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ