Suara.com - Berkomitmen mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas, PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan alat hibah teknologi tepat guna kepada 28 UMKM senilai total Rp 690 juta.
Hibah alat Teknologi Tepat Guna didistribusikan secara bertahap sejak akhir tahun 2023, untuk mendorong UMKM ‘naik kelas’ dan go global.
Hibah teknologi diberikan kepada para Champion UMK Academy Pertamina tahun 2023 dan 10 besar peserta Pertapreneur Aggregator. Bantuan alat tersebut seperti mesin jahit, mesin potong, mesin diesel, mesin cetak pelet, alat pengolah makanan, penggiling kopi, dan peralatan produksi lainnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyatakan, UMKM adalah urat nadi dan penopang perekonomian daerah dan nasional. Dukungan Pertamina pada UMKM ini diharapkan memacu pertumbuhan UMKM serta meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Untuk itu Pertamina konsisten melakukan upaya pengembangan UMKM melalui program pelatihan, pameran, dan bantuan alat hibah teknologi, agar para pelaku usaha dapat menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi, sehingga memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan produk yang berorientasi pada ekspor,” katanya ditulis Rabu (13/3/2024).
Fadjar menjelaskan, UMK Academy merupakan program kompetisi bagi Mitra Binaan Pertamina. Program ini dirancang untuk mencetak UMK 'naik kelas', atau mampu meningkatkan kualitasnya.
Peserta UMK Academy memperoleh beragam pembinaan melalui empat kurikulum pengembangan yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, Go Global. Program ini berlangsung selama 5 - 6 bulan, dimana pada akhir program, pelaku usaha yang menunjukkan peningkatan dapat mengikuti seleksi lanjutan.
Seleksi ini berupa kurasi dari Nara Sumber Ahli untuk menentukan UMK Champion dan UMK Aggregator, atau UMKM yang mampu menjadi wadah kolaborasi dengan UMKM binaan lainnya.
Salah satu penerima hibah dari kelas Go Modern, Sriyati mengungkapkan kebahagiaannya menerima berbagai perlengkapan memasak yang dibutuhkannya.
Baca Juga: Telkom Semakin Mudahkan UMKM Jangkau Pasar B2B
“Peralatan tersebut sangat bermanfaat bagi kami, terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, karena pesanan kue kering kami meningkat,” ungkap wanita pemilik Padma Bakery ini.
Sementara itu Runner-up Champion dari kelas Go Global, Nindita Nareswari, Pemilik Dapur S’Best, mengaku lebih disiplin menjalankan business plan setelah mengikuti UMK Academy.
Dia mengakui sesuai pendampingan UMK Academy, tahun ini S’Best akan mengikuti sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk memuluskan ekspansinya ke Taiwan dan Tiongkok.
“Pembuatan sertifikat tersebut merupakan motivasi dari Pertamina dan para narasumber ahli di kelas Go Global, agar kami bisa segera melengkapi persyaratan guna kerjasama yang akan dijalin dengan importir dari Taiwan dan China,” ujar Nindita.
S’Best adalah produsen olahan khas Sumatera seperti pempek, amplang tenggiri, penganan stik tenggiri dan ikan gabus, serta pangsit ikan.
Melihat dari manfaat program UMK Academy, Fadjar menambahkan, Pertamina akan membuka program UMK Academy 2024 untuk menjaring UMKM-UMKM baru.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar