Suara.com - Presiden Direktur PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, Priyadi, mengungkapkan harapannya agar presiden dan wakil presiden yang terpilih dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menjaga aset negara, termasuk cadangan batu bara.
Dalam acara “Buka Puasa Bersama Adaro” di Jakarta pada hari Rabu, Priyadi menekankan pentingnya menjaga cadangan batu bara sebagai aset negara. Menurutnya, dengan menciptakan iklim investasi yang baik, baik pengusaha maupun pemerintah dapat mengelola cadangan batu bara Indonesia secara efisien.
Priyadi juga menggarisbawahi dampak positif pengelolaan batu bara terhadap ekonomi nasional, seperti pembangunan hotel dan peningkatan investasi di sektor makanan siap saji di daerah-daerah terpencil atau terisolir dari pusat perkotaan.
“Ini kan menjadi indikator. (daerah terisolir) tumbuh. Kami menjadi penggerak utama pembangunan juga,” ujar Priyadi, dikutip Suara.com dari Antara pada Kamis (21/3/2024).
Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.
"Hasil Pemilihan Umum secara nasional sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu sampai dengan Diktum Kelima ditetapkan pada hari Rabu tanggal 20 bulan Maret tahun 2024 pukul 22.18.19 menit WIB," kata Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu malam.
Hasyim mengungkapkan pasangan Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara. Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 40.971.906 suara, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md mendapatkan 27.040.878 suara.
Adapun total surat suara sah,berjumlah 164.227.475 suara.
Baca Juga: Aksi ADMR Ambil Alih Alam Tri Cakra Indonesia dari ADRO Berbekal Rp376 Miliar
Berita Terkait
-
Siapapun Presidennya, Program Andalan Jokowi Ini Wajib Dilanjutkan!
-
Usai Nyoblos, Sri Mulyani Berharap Presiden yang Terpilih Bisa Jaga Amanah Rakyat dan Jaga Indonesia
-
Harapan Sri Mulyani kepada Presiden Terpilih: Jaga Amanah Rakyat, Jaga Indonesia
-
Bicara di Depan Capres-Cawapres, Nawawi Minta Presiden Berikutnya Selektif Pilih Pimpinan KPK
-
Aksi ADMR Ambil Alih Alam Tri Cakra Indonesia dari ADRO Berbekal Rp376 Miliar
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar