Suara.com - Pemerintah melakukan penataan penerbangan di Jawa Barat, di mana penerbangan pesawat jet dialihkan dari Bandara Husein Sastranegara (Bandung) ke Bandara Kertajati (Majalengka) mulai 29 Oktober 2023.
Sejak saat itu maka Bandara Kertajati secara resmi beroperasi penuh melayani penerbangan domestik dan internasional yang dioperasikan dengan pesawat jet.
VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Cin Asmoro mengatakan sejalan dengan penataan penerbangan itu maka tahun ini menjadi pertama kali bagi Bandara Kertajati dalam melayani angkutan lebaran.
"Bandara Kertajati secara perdana melayani angkutan lebaran tahun ini, setelah beroperasi penuh pada 2023. Kami berharap masyarakat Jawa Barat dapat merasakan layanan angkutan lebaran yang lebih baik di Bandara Kertajati," ujar Cin Asmoro yang dikutip, Selasa (9/4/2024).
"Dari sisi infrastruktur, Bandara Kertajati memiliki terminal penumpang yang cukup luas yakni mencapai 96.000 meter persegi yang dapat melayani sebanyak 5,6 juta penumpang per tahun. Dimensi runway berukuran 3.000 x 60 meter yang dapat didarati pesawat berbadan lebar (wide body). Fasilitas pelayanan juga lengkap bagi penumpang pesawat," sambung dia.
Executive General Manager Bandara Kertajati Nuril Huda mengatakan antusias masyarakat Jawa Barat sangat tinggi untuk melakukan perjalanan udara di Bandara Kertajati pada angkutan lebaran 2024.
"Tahun ini merupakan perdana bagi Bandara Kertajati dalam melayani angkutan lebaran sejak beroperasi penuh pada Oktober tahun lalu. Kami telah mempersiapkan infrastruktur, fasilitas serta personel agar angkutan lebaran dapat berjalan lancar di Bandara Kertajati dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan," kata dia.
Adapun periode angkutan lebaran 2024, jumlah penumpang pesawat di Bandara Kertajati pada 3 April (H-7) hingga 7 April (H-3) tercatat sebanyak 9.692 orang. Jumlah penumpang tertinggi ada puncak arus mudik 6 April atau H-4 yakni sebanyak 2.386 orang.
Sementara itu untuk pergerakan pesawat pada H-7 hingga H-3 tercatat mencapai 86 penerbangan.
Baca Juga: Tersedia Tiket Daring, BPTD Maluku Bagi Tips Mudik Lebaran Jadi Ceria
"Pada 3 - 7 April, jumlah penumpang mencapai 9.692 orang atau rata-rata 1.900 orang per hari. Ini jumlah yang cukup tinggi, karena rata-rata penumpang pada hari biasa berkisar 1.000 - 1.300 orang per hari," imbuh dia.
Nuril Huda menuturkan peningkatan penumpang pesawat dapat dikelola dengan baik berkat kolaborasi di antara stakeholder.
"Layanan berjalan baik kepada penumpang pesawat. Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder, antara lain maskapai, ground handling, AirNav Indonesia, serta dukungan dari Pemprov Jawa Barat, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN sehingga Bandara Kertajati dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dalam arus mudik ini," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000