Suara.com - Serangan drone milik Israel berhasil membombardir pangkalan udara militer Iran, Isfahan pada Jumat (19/4) lalu. Peristiwa ini semakin menambah ketegangan kedua negara yang berdampak pada seluruh dunia dari segi ekonomi.
Iran adalah salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia. Tentu membuat negara tersebut sangat berperan penting pada perekonomian semua negara.
Sistem perekonomian yang dianut adalah perpaduan ekonomi sentral dengan sumber utamanya minyak. Pemerintah Iran memegang prioritas perusahaan-perusahaan minyak, sedangkan pihak swasta hanya sedikit.
Perekonomian Iran mulai stabil bertumbuh pada dua abad lalu. Hal ini berdasarkan laporan Bank Dunia tahun 2022. Sektor hidrokarbon, jasa, pertanian, manufaktur mampu memberikan aliran dana kas ke Iran.
Negara dengan panggilan terdahulunya Persia itu, menduduki kursi kedua soal cadangan gas alam, serta kedudukan keempat cadangan minyak mentah. Itulah bagaimana dunia melihat posisi Iran.
Sektor jasa sempat menjadi penyumbang terbesar pendapatan kotor Iran pada abad ke-21. Kemudian disusul sektor pertambangan dan sektor pertanian.
Negara-negara bisnis Iran adalah Cina, Jepang, Korea Selatan, Italia, Perancis, Jerman dan Rusia. Sejak tahun 90-an, Iran mulai bergabung organisasi kerjasama ekonomi dunia.
Minyak Mentah dan Gas Alam
Minyak mentah pertama kali ditemukan di Iran. Semenjak itu, minyak mentah menjadi penompang ekonomi utama bagi Iran.
Baca Juga: Israel Rajin Impor Barang Ini ke Indonesia
Iran berhasil menjadi raksasa minyak mentah keempat dunia pada 1970-an. Iran semakin mencecar pengurangan proyek pemeliharaan minyak usai Revolusi Iran pada 1979.
Terjadinya Perang Iran-Iraq pada tahun selanjutnya, membuat berbagai infrastruktur penggalian dan perkilangan jadi rusak. Akhirnya, produksi minyak Iran sempat lesu. Usai perang tersebut selesai, mulai diperbaiki kerusakannya.
Hal tersebut membuat produksi minyak Iran pada 2004 mencapai 1,4 miliar barel dengan keuntungan bersih US$50 miliar. Sedangkan gas alam, kebanyakan dipakai untuk tujuan domestik saja.
Pertambangan
Sektor ini kurang berkembang hanya dengan hasil produksi kurang dari 0,6 persen penghasilan Iran. Berbagai faktor penghambatnya yaitu, kurangnya infrastruktur, kesulitan eksplorasi wilayah dan kurang perhatian dari Iran.
Pertanian
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri