Suara.com - Kebakaran yang terjadi di pabrik tekstil PT Kahaptex mengharuskan lima unit damkar turun ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar.
Kerugian jelas akan diperhitungkan, dan penyelidikan pada penyebab dan korban akan dilakukan. Namun sekilas tentang profil PT Kahaptex dan profil pemiliknya dapat Anda lihat di sini.
Profil PT Kahaptex
PT Kahaptex didirikan pada tahun 2002. bermula sebagai sebuah perusahaan manufaktur tekstil dengan spesialisasi rajut, di tahun 2003 kemudian dilakukan perluasan bidang bisnis ke area celupan, dan kini tengah mengembangkan sektor printing.
Kantornya beralamat di Jalan Prapatan Jl. Raya Kedep, Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, 16962. Pada situs tersebut diinformasikan jumlah total karyawan berkisar antara 1001 hingga 5000 orang.
Tidak banyak informasi yang dapat diperoleh mengenai perusahaan ini, selain bahwa perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi yang cukup besar.
Siapa Pemiliknya?
Pada berita yang dimuat di beberapa media terkait kebakaran yang terjadi, nama Susi Hayanti muncul sebagai perwakilan PT Kahaptex. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi saat pegawai sedang beristirahat, namun belum ada keterangan lebih lanjut yang dapat diberikan.
Namun demikian Susi Hayanti diketahui merupakan seorang direktur pada perusahaan tersebut. Pemiliknya yakni Rudi Yanto yang pernah didokumentasikan oleh media ketika melakukan upacara Hari Ulang Tahun Republik indonesia ke-77, yang melibatkan PT Kahaptex dan acara pemberian santunan pada ratusan anak yatim dan dhuafa di halaman perusahaan tersebut.
Baca Juga: Tiga Pabrik Motor Listrik China Dibangun Bersamaan di Tanah Air, Aismoli: Indonesia Seksi
Kebakaran yang Melanda Pabriknya
Kebakaran sendiri diberitakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, pada Senin, 20 Mei 2024 lalu. Lima armada pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api yang berkobar, yakni dari Sektor Gunung Putri, Cileungsi, Citeureup, Cibinong, dan perbantuan dari Damkar sektor Tapos.
Menurut petugas yang bertanggungjawab di sana, tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran yang sempat membuat panik warga sekitar. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, meski memang sebenarnya banyak bahan yang mudah terbakar pada lokasi pabrik tersebut.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
-
Beroperasi 6 Bulan Tanpa Dicurigai Warga, Pabrik Rumahan Narkoba Pil PCC di Citereup Ternyata Pakai Alat Peredam
-
Musim Giling PTPN 1 Mulai dengan Petik Tebu Manten, Dorong Ekonomi Warga Jatiroto
-
Polda Metro Jaya Gerebek Pabrik Narkoba di Citeureup, 1,2 Juta Pil PCC Disita Sebagai Barang Bukti
-
Pabrik Semen Tertua Milik BUMN Resmi jadi Warisan Dunia UNESCO, Erick Thohir Bilang Begini
-
Tiga Pabrik Motor Listrik China Dibangun Bersamaan di Tanah Air, Aismoli: Indonesia Seksi
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
IHSG Awal Tahun Ditutup Menguat, Menkeu Purbaya: Siap To The Mars!
-
Target Harga Emas dan Perak 2026, Mampu Tembus Rekor Baru?
-
Pemerintah Mau Stop Kran Impor Gula, Spekulan Siap Ambil Untung
-
Bulog Potong Jalur Distribusi, Harga MinyaKita Dijamin Sesuai HET Rp 15.700 per Liter
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Saham DEWA Ngacir ke Level Tertinggi di Hari Pertama Bursa 2026
-
Emiten PSAB Menguat Tipis, Komisaris Akumulasi Saham Pasca Lego Massal
-
KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun
-
IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700
-
Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK