- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis IHSG akan reli masif menuju 10.000 didukung fundamental ekonomi.
- Pada Jumat (2/1/2026), IHSG ditutup menguat 1,17% ke posisi 8.748,13 didukung PMI Manufaktur positif.
- Perdagangan di BEI Jakarta sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp22,26 triliun serta sentimen The Fed positif.
Suara.com - Awal tahun 2026 menjadi momentum penuh optimisme bagi industri pasar modal tanah air.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan keyakinan tinggi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya akan sekadar menguat, tetapi siap melakukan reli yang masif.
Melalui akun Instagram pribadinya, Purbaya melontarkan istilah "To The Mars" untuk menggambarkan potensi lonjakan indeks di tahun ini.
"To the mars..hahaha..lewatin bulan," ujar Purbaya dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat (2/1/2026).
Ia meyakini bahwa dengan perbaikan fundamental ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, ambisi untuk melihat IHSG menyentuh angka psikologis 10.000 sangat mungkin terealisasi dalam waktu dekat.
Keyakinan pemerintah sejalan dengan realitas di lapangan. Pada penutupan perdagangan Jumat sore, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berakhir di zona hijau.
Indeks melesat 101,19 poin atau setara 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Searah dengan indeks acuan, kelompok saham unggulan LQ45 juga mengalami kenaikan 0,64 persen menuju level 852,00.
Laju positif ini terjadi di tengah rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan resiliensi. S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di angka 51,2. Meski melambat dari angka 53,3 pada bulan sebelumnya, posisi ini tetap berada di zona ekspansif.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai bahwa posisi manufaktur tersebut mencerminkan aktivitas industri yang masih bertumbuh stabil meski dihantam tantangan global.
Baca Juga: Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Minta Tukang Goreng Saham Ditangkap
Berdasarkan data sektoral IDX-IC, sembilan dari sebelas sektor menunjukkan penguatan signifikan. Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan lonjakan tajam sebesar 6,37 persen.
Disusul oleh sektor teknologi serta barang konsumen primer yang masing-masing terapresiasi sebesar 3,61 persen.
Di sisi lain, sektor keuangan dan kesehatan harus rela parkir di zona merah dengan penurunan masing-masing 1,14 persen.
Beberapa saham yang menjadi top gainers pada hari ini antara lain LEAD, PJHB, HUMI, TRUE, dan TMAS. Sebaliknya, saham-saham seperti GMFI, LMAX, dan CINT mencatatkan pelemahan terdalam.
Selain faktor domestik, pelaku pasar di Jakarta juga terus mencermati dinamika dari Amerika Serikat. Risalah terbaru dari bank sentral AS, The Fed, menunjukkan adanya sinyal pelonggaran moneter.
Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan internal pengambil kebijakan mengenai waktu dan skala pemangkasan suku bunga, pasar menangkap adanya peluang besar bagi penurunan interest rate di tahun 2026 jika inflasi terus melandai.
Aktivitas perdagangan di Gedung BEI Jakarta pada hari ini terpantau sangat dinamis dengan frekuensi mencapai lebih dari 3,12 juta kali transaksi.
Volume saham yang diperdagangkan menembus 51,14 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 emiten berhasil menguat, sementara 200 lainnya terkoreksi.
Kondisi bursa regional juga turut mendukung pergerakan IHSG. Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 2,76 persen, diikuti Straits Times Singapura yang naik 0,21 persen.
Sementara itu, bursa Jepang dan China masih menutup aktivitasnya dalam rangka perayaan Tahun Baru 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Pemerintah Sebut Kesepakatan RIAS Tetap Jalan Meski Ada Putusan Supreme Court
-
Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS