Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta, Plumpang bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove untuk menjaga ekosistem laut dan pelestarian lingkungan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Program ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian acara HUT Pertamina Patra Niaga ke-27 bertema “Tumbuh Berkelanjutan Melayani Negeri” yang diimplementasikan dalam agenda penanaman mangrove dan bekerja sama dengan Sobat Bluwok untuk melestarikan ekosistem laut dan mitigasi perubahan iklim. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga keseimbangan ekosistem flora dan fauna di daerah DKI Jakarta.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan menyatakan, kegiatan penanaman 1.000 mangrove ini merupakan upaya dalam membentuk rasa cinta kepada alam dan pelestarian ekosistem laut dengan melibatkan masyarakat serta kelompok Mitra Binaan yaitu Sobat Bluwok yang merupakan komunitas pendukung konservasi Bangau Bluwok di Pulau Untung Jawa.
Program ini sejalan dengan Sustainability Focus_ Pertamina dalam aspek pembangunan lingkungan dan ekonomi, guna mewujudkan komitmen Pertamina menjadi perusahaan berkelanjutan.
“Pertamina tidak hanya memperhatikan pengembangan dan pelestarian ekosistem tanaman laut, tetapi juga berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat.” tambah Eko.
Kegiatan penanaman mangrove ini, menjadi salah satu langkah dalam memberikan perhatian khusus pada kondisi garis pantai di DKI Jakarta guna menghadapi perubahan iklim, menjaga keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan perekonomian di Pulau Untung Jawa.
Dalam kesempatan yang sama, Integrated Terminal Manager Jakarta Mangku Hidayat Basuki mengatakan bahwa harapan kedepannya budidaya mangrove ini mampu menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat pesisir dengan mampu mengolah dan memproduksi produk-produk olahan mangrove. Sehingga mangrove mampu memberi manfaat lebih, selain menjaga ekosistem laut tetapi juga mampu menciptakan peluang bernilai ekonomis untuk kelompok dan masyarakat Pulau Untung Jawa.
Perwakilan Kelurahan Untung Jawa Murta'a mengucapkan terima kasih kepada Pertamina untuk kontribusinya dalam pelestarian mangrove di Pulau Untung Jawa, "Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina yang melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungannya telah berkontribusi dalam upaya pelestarian mangrove di Pulau Untung Jawa . Semoga Pertamina dapat terus berkontribusi secara positif terhadap kelestarian Pulau Untung Jawa," ujar Muta’a.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk TJSL perusahaan dalam mendukung dan mewujudkan program pemerintah dalam mencapai Sustainablity Development Goals 2030 poin 13 - Perubahan Iklim dan 14 - Keseimbangan Ekosistem Laut.
Baca Juga: BRI Life Bersama 27 Perusahaan Anggota AAJI Tanam 2.000 Bibit Pohon Mangrove
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia