Suara.com - Perguruan tinggi swasta kini makin menjadi alternatif bersamaan dengan melonjaknya uang kuliah tunggal (UKT) di kampus – kampus negeri yang seharusnya merakyat.
Salah satu yang menjadi jujugan adalah perguruan tinggi milik organisasi Muhammadiyah yang tersebar di sejumlah kota. Biaya kampus Muhammadiyah disebut lebih terjangkau dibandingkan dengan UKT kampus – kampus negeri di kota yang sama.
Berikut adalah perbandingan rincian biaya UKT kampus negeri dan kampus Muhammadiyah di kota – kota yang sama.
1. UNS dan UMS
Universitas Sebelas Maret (UNS) yang selama ini dikenal sebagai kampus murah ternyata ikut menaikkan UKT hingga tujuh kali lipat. UKT Golongan I memang berada pada angka Rp475.000. Namun, mayoritas mahasiswa dikenakan UKT mulai Golongan III dengan besaran Rp2,9 juta – Rp6 juta sampai Golongan IX dengan besaran Rp7 juta – Rp30 juta.
Biaya ini belum termasuk Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang besarannya mulai Rp10 – Rp250 juta khusus untuk Fakultas Kedokteran. Jumlah ini tentu saja hampir menyamai biaya kampus – kampus elite.
Sementara itu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kampus tetangga UNS mematok dana pengembangan yang jauh lebih murah karena rerata ada pada kisaran Rp12 juta. Jurusan yang mematok biaya pengembangan institusi murah adalah Pendidikan Geografi Rp9,7 juta dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rp9,2 juta. Jurusan yang berkaitan dengan agama bahkan hanya mematok sumbangan Rp5 jutaan. Biaya paling mahal ada di Fakultas Farmasi Rp35 jutaan, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi yang mencapai ratusan juta rupiah.
UMS tidak mematok biaya UKT namun diganti dengan biaya SKS. Untuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi, biaya per sks adalah Rp1 jutaan. Sementara untuk jurusan – jurusan lain, biaya per-sks-nya adalah Rp250.000-an.
2. UGM dan UMY
Baca Juga: Deretan Kebijakan Kontroversial Nadiem Makarim, Kini Dikritik Perkara Kenaikan UKT
UGM, kampus top di Yogyakarta yang sebelumnya dikenal dengan biaya merakyat ini ternyata juga mematok biaya cukup tinggi untuk mahasiswa baru 2024 nanti, kecuali untuk golongan terbawah yakni UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen yang berarti mahasiswa tidak perlu membayar sepeser pun.
Sementara itu, UGM membagi UKT ke dalam lima golongan berdasarkan subsidi. Selain subsidi 100 persen, subsidi UKT yang dikenakan adalah 75 persen, 50 persen, 25 persen, dan non-subsidi. Besaran UKT yang sudah dipotong subsidi ini pun bervariasi tergantung jurusan yang diambil.
Mengutip website resmi UGM, UKT bersubsidi 75 persen ada pada rentang Rp2.200.000 - Rp6.175.000. UKT bersubsidi 50 persen berada pada kisaran Rp4.150.000 - Rp12.350.000. UKT bersubsidi 25 persen nilainya sekitar Rp6.225.000 - Rp18.525.000. Terakhir, UKT non-subsidi ada pada rentang Rp8.300.000 - Rp24.700.000.
Bagi calon mahasiswa yang diterima melalui jalur UM-CBT UGM pada tahun akademik 2023/2024 dan ditetapkan UKT Pendidikan Unggul (memiliki kemampuan ekonomi baik) dikenakan Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU) di UGM sebesar Rp30.0000.000 (tiga puluh juta Rupiah) untuk bidang Ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan dan sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah) untuk bidang Ilmu Sosial dan Humaniora.
Di lain pihak, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merilis pembagian uang kuliah yang proporsional yang merupakan gabungan dari biaya SKS, pengembangan, praktikum, dan lainnya. Total biaya itu kemudian dibagi ke dalam delapan semester yang nilainya semakin turun bersamaan dengan bertambahnya semester.
Sebagai contoh mahasiswa Kedokteran harus membayar Rp107 juta di semester pertama, namun hanya dikenakan biaya Rp24 juta di semester ketujuh. Mahasiswa Komunikasi membayar Rp7 jutaan di semester pertama dan hanya membayar Rp3,4 juta di semester kedelapan.
Berita Terkait
-
Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI
-
Mardani Minta Pemerintah Turunkan UKT: Jumlah Orang Cerdas Jangan Dibatasi
-
Lulusan Kampus Luar Negeri, Nadiem Makarim Disebut Menteri Pendidikan Nggak Napak Tanah
-
Isi Garasi 'Ngenes' Nadiem Makarim: Mendikbud Punya Harta Rp4,8 T, Disorot Gegara Kenaikan UKT
-
Deretan Kebijakan Kontroversial Nadiem Makarim, Kini Dikritik Perkara Kenaikan UKT
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan
-
Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina