Suara.com - Dua perusahaan asal Indonesia telah ditunjuk oleh Quantum Metal Group untuk melaksanakan proyek percontohan swadaya kemanusiaan untuk menemukan deposit karbon di Kenya.
Proyek ini dinyatakan sebagai proyek percontohan energi berkelanjutan pertama yang didanai dengan mata uang komplementer.
Tim pelaksana saat ini tengah menunggu undangan resmi yang akan diberikan kepada Quantum Metal Group untuk memulai proyek percontohan ini di Kenya.
Thana Balan, Mitra Modal Internasional dari Banyan Investment Banking Hedge & Statutory Trust Fund sekaligus Acting Chief Financial Officer, menyatakan, "Kami telah memenuhi komitmen yang disampaikan dalam konferensi pers di Kenya pada 25 Mei 2024 untuk memperkenalkan dan melakukan pengaturan dalam hal penunjukan mitra teknologi dan teknis untuk perangkat lunak dan perangkat keras (drone dengan teknologi AI) guna mendukung Pemerintah Kenya dalam memperoleh pengukuran data deposit karbon yang akurat serta mengirimkan data real-time ke Veera di Amerika Serikat untuk dinilai lebih lanjut," kata Thana dalam keterangannya pada Selasa (11/6/2024).
Pada tanggal 6 Juni, acara peluncuran resmi mitra teknologi dan penyedia perangkat lunak serta perangkat keras untuk proyek percontohan di Kenya berlangsung di Hotel Kempinski Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah maskapai penerbangan, bank, pengusaha industri berat dan ringan, pelaku pasar mata uang digital, serta perusahaan terbuka dari Malaysia yang terlibat dalam sektor energi terbarukan, produksi minyak, dan jasa.
Tiga jenis drone yang siap digunakan turut dipamerkan dalam acara peluncuran proyek percontohan survei karbon di Kenya tersebut. Drone ini juga dilengkapi dengan kapabilitas untuk melakukan penyemaian guna melakukan rejuvenasi tanah.
Dalam pernyataannya, Dato Khong Soon Lim, Ketua Eksekutif Quantum, menyatakan bahwa ia dan para mitra teknologi di Indonesia siap untuk menggerakkan dan mengoperasikan unit-unit drone tersebut setelah mendapatkan persetujuan resmi.
Kontribusi kemanusiaan dalam bentuk rejuvenasi tanah ini didukung oleh Aeroterra dan Eldara Matadata yang ditunjuk secara langsung oleh Thana Balan sebagai mitra teknologi. Dukungan keuangan sebesar US$650.000.000 yang diterima oleh Quantum Metal Group tidak hanya diperuntukkan bagi proyek percontohan, namun juga untuk mekanisme digitalisasi yang diinisiasi oleh Thana Balan.
Bersama para pemain global di sektor energi terbarukan dan berkelanjutan, Quantum Metal Group juga diundang ke Energy Transitions Forum yang diselenggarakan oleh Pat Eilers, mantan Managing Director Black Rock.
Baca Juga: Proyek Investasi "Ugal-ugalan" Perusahaan Pelat Merah, Eks Direktur Komersial PGN Jadi Tersangka
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik