Suara.com - Indodana Finance, perusahaan layanan buy now paylater (BNPL), membidik Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2024 sebagai ajang meningkatkan bisnis. Salah satunya dari sisi peningkatan transaksi pengajuan BNPL bagi pengunjung JFK.
Direktur PT Indodana Multi Finance, Iwan Dewanto menyebut, dalam perhelatan akbar tahunan ini, perusahaan menargetkan adanya peningkatan 30 persen transaksi.
"JFK ini memberikan peningkatan bisnis yang lumayan gitu. Untuk itu kenapa kami udah bilang kali ketiga kita ikut di sini dari 2022, 2023, 2024. Di 2023 itu peningkatannya 150 persen. Cukup banyak banget gitu kan. Nah khusus di 2024 ini kami targetkan kalau nggak bisa 30 persen dari 2023," ujarnya di JFK, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2024).
Menurut Iwan, produk elektronik masih jadi buruan pengunjung JFK untuk mengajukan BNPL Indodana. Namun, tidak hanya produk elektronik, produk-produk lainnya juga dilayani BNPL Indodana.
Dia menyebut, setidaknya ada 32 merchant yang bekerja sama dengan Indodana di JFK ini, di antaranya AQUA Japan, Blibli Store, Buccheri, Electronic City, Erafone, Gramedia, Hisense, iBox, LG Brand Shop, Matahari, Optik Melawai, Pacific, Samsung, Sharp, TOSHIBA, Urban Republic, dan Viar, dan banyak lainnya.
"Nah kita juga ada promo-promo yang kita lakuka selama JFK ini. Cicilan 0 persen kemudian juga ada program angsuran gratis 1 kali cicilan dan seterusnya juga kita lakukan dan ini hanya berlaku selama di JFK 2024," ucap dia.
Iwan menambahkan, selain untuk menjaring pelanggan baru, Indodana juga akan menjaga kualitas kredit BNPL agar tidak terjadi BNPL. Selama JFK ini, Indodana juga memberikan pemahaman atau literasi keuangan kepada pengunjung.
"Jadi mereka juga harus melakukan transaksi keuangan yang bijak. Jadi kami tidak hanya sekedar meningkatkan sales volume juga, tapi kami juga ikut membantu, di mana Indodana sebagai perusahaan multifinance, itu juga mendukung program literasi dan inklusi keuangan. Jadi selain memasarkan khususnya nasabah-nasabah yang unbank tentunya, untuk bisa merasakan solusi layanan keuangan digital dari Indodana Multifinance," imbuh dia.
Sementara, Head of Product Marketing PT Global Teknologi Niaga Tbk atau Blibli, Andry Sutamto mengatakan, Indodana menjadi pilihan bagi pengunjung JFK yang ingin membeli Gadget di JFK. Terutama, pada pengunjung yang tak memiliki akses keuangan perbankan.
Baca Juga: Tumbuh hingga 169% Selama 2023, Kepuasan Transaksi Offline Paylater Makin Tinggi
"Sebenarnya transaksinya dengan Indodana ya terus tumbuh. Pertama karena kemudahan untuk mengakses itu ya, kebutuhan pembayaran spesifik untuk di Jakarta Fair. Karena, kami dan Indodana sekarang ada promo 0 persen, jadi itu memang sangat menarik untuk customer dan itu menjadi salah satu hero ya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus
-
PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026
-
IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!
-
Aturan DHE SDA Resmi, Pemerintah Wajibkan Devisa Hasil Ekspor Disimpan ke Bank Negara
-
Gaji Seret dan Biaya Hidup Naik, Gen Z Kini Tak Bermimpi Punya Rumah
-
Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa
-
Danantara Sumberdaya Jadi Biang Kerok, IHSG Masuk Level 6.000
-
Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN
-
Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026
-
Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam