Suara.com - Sebagai bagian dari ASEAN Innovation Business Platform (AIBP) Conference & Exhibition, 15 perusahaan startup terkemuka dari Taiwan, yang dipilih melalui "Program Insentif DIGITAL+ untuk Startup Digital" Ministry of Digital Affairs (MODA), bertemu dengan berbagai lembaga dan perusahaan terdepan di Indonesia untuk menjajaki kemitraan dan kolaborasi yang dapat berkontribusi pada terwujudnya ekonomi digital Indonesia.
Program ini merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Administration for Digital Industries (ADI) di bawah Kementerian dan dijalankan oleh Taipei Computer Association (TCA), yang telah menjalin hubungan s kerjasama erat dengan AIBP untuk menyempurnakan penawaran dan solusi dari perusahaan-perusahaan tersebut agar lebih selaras dengan pasar Indonesia.
Pada acara ini , Chairul Saleh, Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja (PPTK) Kemenko Perekonomian, Republik Indonesia diperkenalkan kepada beberapa perusahaan Taiwan untuk lebih memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap Visi Digital Indonesia 2045, khususnya dalam penerapan Kecerdasan Buatan (AI).
Adapun temuan Survei Inovasi AIBP 2024 menunjukkan bahwa:
- 82% responden Indonesia menyebutkan privasi dan keamanan sebagai hambatan utama adopsi AI
- 63% bisnis Indonesia tengah mengembangkan strategi yang berfokus pada AI
- 67% tengah menjajaki AI untuk otomatisasi proses
Bagi Frank Li, Pendiri AIRA, menjalin hubungan dengan mitra terpercaya sangatlah penting, dan hal ini mereka temukan di Hotware Indonesia, yang turut mempresentasikan teknologi pengenalan wajah dan analisis video AIRA di acara tersebut.
Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem pengawasan, solusi pengenalan wajah dan pelacakan orang yang canggih dan mutakhir dari AIRA dapat meningkatkan keamanan di tempat untuk berbagai lingkungan, mulai dari infrastruktur pemerintah dan publik hingga lokasi industri dan perusahaan ritel.
"Kami memiliki proyek yang dilaksanakan di Singapura, Taiwan, Jepang, dan Australia, dan dengan kolaborasi mitra lokal di Indonesia, kami dapat menghadirkan ide dan solusi baru ke pasar Indonesia," kata Frank Li, Pendiri AIRA.
Demikian pula, Yallvend Technologies telah bekerja sama dengan mitra lokal untuk menyediakan dukungan pelanggan dan layanan purnajual untuk solusi mesin penjual otomatis.
Solusi AIoT mereka untuk mesin penjual otomatis menunjukkan potensi AI dan otomatisasi dalam industri tradisional, menunjukkan bagaimana sektor konvensional pun dapat memperoleh manfaat dari transformasi digital, yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara lebih luas.
Baca Juga: Cara Edit Foto Berpelukan Vidu AI Hug Gratis di HP Android
Kemudian, dengan beBit TECH, perusahaan-perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan platform data pelanggan bertenaga AI mereka untuk meningkatkan interaksi pelanggan, membangun loyalitas, dan membuat program pemasaran yang efektif.
"Platform SaaS kami membantu merek berinteraksi lebih baik dengan pelanggan mereka dalam jangka panjang, membina hubungan yang langgeng antara merek dan pelanggan mereka," kata Mark Su, Chief Operating Officer beBit TECH.
Tim tersebut juga membahas kebutuhan penggunaan AI beretika dengan OmniSegment CDP mereka. Pendekatan mereka terhadap analitik pelanggan bertenaga AI menunjukkan bagaimana bisnis dapat memanfaatkan teknologi canggih sambil mempertahankan standar privasi yang kuat, yang menjadi perhatian utama bagi konsumen dan regulator Indonesia.
Infrastruktur digital yang lebih baik di Indonesia juga telah memungkinkan perusahaan teknologi imersif ARPlanet untuk mempertimbangkan perluasan solusi dan keahlian AR dan VR mereka ke Indonesia.
Pariwisata adalah bidang yang ingin didukung oleh ARPlanet, dan mereka bersemangat akan potensi kemitraan dengan perusahaan lokal untuk menyelaraskan teknologi mereka dengan pasar Indonesia dengan lebih baik.
Trantor Technology dan platform mereka, Cake Global, memiliki tujuan untuk menyediakan platform rekrutmen teknologi yang menghubungkan bakat berkualitas dengan permintaan yang terus meningkat akan tenaga ahli AI di Indonesia. Dengan anak perusahaan lokal mereka, Cake Indonesia, tim tersebut berupaya untuk mempercepat pertumbuhan pengembangan teknologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja