Suara.com - AstraZeneca mengumumkan dukungannya terhadap BPOM dan IPMG dalam transisi menuju e-labeling sebagai proyek percontohan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mengurangi penggunaan kertas melalui digitalisasi.
Dukungan ini menegaskan komitmen AstraZeneca terhadap keberlanjutan di sektor kesehatan dan pelestarian lingkungan, sejalan dengan misi perusahaan untuk meningkatkan kesehatan global sambil meminimalkan dampak ekologi.
Informasi produk dirancang untuk memastikan penggunaan produk farmasi secara efektif dan aman. Pemahaman dan kepatuhan yang buruk terhadap informasi produk sering dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk dan meningkatnya biaya bagi sistem perawatan kesehatan yang sudah terbebani.
E-labeling, label elektronik yang berisi informasi produk bagi tenaga kesehatan dan masyarakat, dapat diakses dengan memindai kode batang 2D atau memeriksa nomor registrasi produk menggunakan aplikasi BPOM. (Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 2023).
Inovasi ini membantu meningkatkan pemahaman pasien, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepatuhan dan penggunaan obat yang lebih baik (The International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA), 2023).
"Implementasi e-labeling juga merupakan langkah signifikan menuju masa depan kesehatan yang lebih berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menyederhanakan proses dan meminimalkan dampak lingkungan. Kami secara signifikan ingin mengurangi konsumsi kertas dan limbah di seluruh operasi perusahaan dengan beralih dari pelabelan berbasis kertas tradisional ke format digital," kata Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, ditulis Senin (16/9/2024).
Informasi yang terdapat dalam label produk sangat penting karena memastikan bahwa pasien memahami perawatan mereka dan membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan.
"Di AstraZeneca, kami memahami peran penting informasi ini dalam perawatan pasien," ujar Ersa.
Dengan beralih ke e-Labeling di bawah panduan BPOM, AstraZeneca turut mengambil langkah penting lainnya menuju ambisi besarnya untuk mencapai Zero Carbon. AstraZeneca berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia, masyarakat, dan planet.
Baca Juga: Strategi AstraZeneca Indonesia Capai Emisi Nol Bersih
Langkah ini juga terhubung erat dengan program keberlanjutan utama AstraZeneca, AZ Forest, yang berfokus pada pengelolaan hutan berkelanjutan dan upaya konservasi.
Sebagai bagian dari komitmen ini, AstraZeneca baru-baru ini menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, memperkuat komitmen perusahaan dalam menanam 20 juta pohon untuk merevitalisasi lahan yang terdegradasi di sekitar Sungai Citarum.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM