Suara.com - Tim inovasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), kembali meraih prestasi terbaik dalam ajang Asia Pacific Quality Organization (APQO) ke-29. Pada ajang tersebut, sebanyak tiga gugus inovasi Pupuk Kaltim mengusung berbagai gagasan yang berfokus pada inovasi keberlanjutan, efisiensi operasional serta dampak positif terhadap lingkungan dalam mendorong kinerja perusahaan.
Dua gugus inovasi berhasil membuktikan diri dengan menyabet penghargaan tertinggi predikat 4 Stars, yakni PKM 4-IR dan PKM VIB EXCELLENT, serta PKM MASTER dengan predikat 3 Stars sekaligus memboyong penghargaan Best Productivity. Tiap tim mempresentasikan berbagai terobosan yang berhasil dicapai satu tahun terakhir, mulai dari efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan nilai efisiensi yang terus meningkat.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan prestasi yang kembali diraih Pupuk Kaltim pada APQO tahun ini, semakin mengukuhkan posisi perusahaan yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas industri. Dikatakan Soesilo, inovasi merupakan salah satu pilar utama dalam strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan, sekaligus kunci mempertahankan daya saing di pasar global yang semakin kompetitif.
“Dengan terus berinovasi, Pupuk Kaltim tidak hanya memperkuat posisi di kancah industri nasional maupun global, tetapi juga berkontribusi dalam upaya mencapai keberlanjutan,” ujar Soesilo, Senin (14/10/2024).
Dijelaskan Soesilo, Pupuk Kaltim sebagai salah satu Industry Leader tanah air dengan predikat World Class, secara rutin terlibat di ajang APQO guna mengukur efektivitas inovasi dalam mendukung komitmen perusahaan untuk peningkatan mutu produksi dan efisiensi secara berkesinambungan.
Pengembangan inovasi terus digalakkan dalam mendukung aktivitas bisnis, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang senantiasa dikedepankan Pupuk Kaltim dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan. Selain itu, inovasi juga memiliki dampak langsung ke masyarakat, utamanya terkait keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas produk bagi petani dalam mendorong sektor pertanian Indonesia yang berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan salah satu visi APQO, sebagai penggerak utama universal dalam mendorong peningkatan kualitas yang tidak hanya terfokus pada barang dan jasa, tapi juga kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan lingkungan.
“Melalui efektivitas inovasi yang dikembangkan, Pupuk Kaltim pun terus berupaya memberikan performa terbaik dalam mendorong keberlanjutan sekaligus dampak positif bagi masyarakat,” lanjut Soesilo.
Menurut dia, seluruh unit kerja di Pupuk Kaltim terus berlomba mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas secara signifikan, serta berorientasi pada pengembangan Industry 4.0 yang juga diterapkan perusahaan secara berkesinambungan.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Infrastruktur Hingga Kesehatan untuk Korban Bencana Papua Nugini
Hal ini pun didukung Direksi dan Manajemen Pupuk Kaltim dengan memfasilitasi para inovator melalui ajang kompetisi terbuka di internal perusahaan, yang melahirkan beragam tools baru dengan berbagai keunggulan. Tim terbaik mendapat kesempatan mewakili perusahaan di tingkat nasional hingga internasional seperti APQO.
“Pengembangan inovasi setiap tahun secara tidak langsung turut meningkatkan kinerja perusahaan. Baik dari sisi perencanaan, eksekusi hingga monitoring dan evaluasi," tambah Soesilo.
Dirinya pun mengapresiasi seluruh prestasi yang berhasil diraih tim inovasi Pupuk Kaltim pada APQO-IC tahun ini, dan berharap capaian tersebut menjadi semangat untuk lebih meningkatkan kinerja dalam mendukung realisasi target perusahaan. Terlebih inovasi diciptakan secara mandiri dengan nilai efisiensi yang terus meningkat, sehingga mampu menyelamatkan perusahaan dari berbagai potensi risiko dan kerugian.
"Adanya dukungan inovasi di segala bidang, Pupuk Kaltim optimis mampu mempertahankan kinerja positif dalam jangka panjang, guna meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk berkualitas," pungkas Soesilo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal