Suara.com - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) menggandeng PT Sequis Aset Manajemen (Sequis AM) memberikan pilihan investasi kepada nasabah. Produk investasi yang ditawarkan yaitu produk Reksa Dana Sequis Equity Indonesia, Sequis Balance Ultima, Sequis Bond Optima dan Sequis Liquid Prima.
Direktur Utama Bank INA, Henry Koenaifi menjelaskan, kerja sama ini menjadi awal penjualan Reksa Dana melalui jaringan Bank INA sebagai APERD, sekaligus memberikan nilai tambah bagi layanan nasabah.
"Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi Bank INA di pasar dan membantu nasabah kami meraih tujuan keuangan mereka dengan lebih efektif," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Henry menambahkan, perseroan berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi investasi yang inovatif dan beragam bagi para nasabah Bank INA.
"Melalui sinergi ini, kami akan menyediakan informasi dan edukasi yang lebih baik mengenai investasi, sehingga nasabah dapat membuat keputusan yang tepat. Kami berharap langkah ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat, terutama bagi nasabah Bank INA," imbuh dia.
Henry menekankan, kemitraan ini juga mencerminkan visi Bank INA untuk menjadi bank yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. Dengan meningkatkan layanan kami, kami yakin dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan para nasabah.
"Kami optimis bahwa langkah ini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor jasa keuangan," beber dia.
Presiden Direktur PT Sequis Aset Manajemen, Sigit Pratama Wiryadi mengatakan kerja sama yang terjalin dengan Bank INA akan membuka akses bagi Sequis AM untuk dapat memperkenalkan produk reksa dana kepada masyarakat yang lebih luas khususnya yang menjadi nasabah Bank INA yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
"Kami senang bisa mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan beragam produk reksa dana dari Sequis AM kepada nasabah Bank INA. Kami berharap kemitraan ini dapat menciptakan sinergi positif sehingga kerja sama dapat terjalin dalam jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing kami di industri reksa dana," jelas Sigit.
Baca Juga: Bos Apple Kesal Usai Prabowo Larang Penjualan iPhone 16, Kini Tak Mau Menyebut Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%
-
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan
-
Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan