Suara.com - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) atau Cinema XXI melalui lini bisnis produk makanan dan minuman menerima sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Corporate Secretary Cinema XXI Indah Tri Wahyuni mengatakan, diperolehnya sertifikasi halal adalah merupakan upaya Cinema XXI dalam rangka meningkatkan kualitas layanan bagi semua kalangan pengunjung.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap penonton merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung ke seluruh lokasi bioskop Cinema XXI. Melalui sertifikasi halal ini, para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman terbaik di seluruh lokasi bioskop Cinema XXI tanpa keraguan mengenai kehalalannya," ujarnya seperti dikutip, Kamis (14/11/2024).
Indah menambahkan bahwa sertifikasi halal pada sajian di XXI Café, The Premiere Café, dan XXI Lounge Café diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat pada Cinema XXI.
"Sebagai rumah kedua untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan teman, Cinema XXI senantiasa memberikan pelayanan terbaik untuk semua kalangan," kata dia.
Adapun proses sertifikasi halal diperoleh melalui tahapan audit serta pemeriksaan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia terhadap seluruh proses dan rantai pasokan.
Pemeriksaan ini mencakup 251 lokasi bioskop yang tersebar di 62 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, atas seluruh menu serta bahan makanan dan minuman yang tersedia di Cinema XXI.
Pengawasan ketat dan pemeriksaan secara menyeluruh telah dilakukan terhadap seluruh proses produksi, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga fasilitas penyimpanan dan distribusi untuk memastikan bahwa semuanya memenuhi standar halal yang telah ditetapkan. Hasil pemeriksaan yang dilakukan LPPOM MUI menyatakan bahwa Cinema XXI dinilai telah menerapkan Sistem Jaminan Halal dengan kategori A (sangat baik/excellent).
Dengan diperolehnya Sertifikat Halal, Cinema XXI dapat memastikan bahwa seluruh makanan dan minuman yang disajikan telah memenuhi standar kehalalan. Sertifikasi halal dari BPJPH ini diharapkan tidak hanya menjadi jaminan atas produk makanan dan minuman halal yang berkualitas, melainkan juga memperkuat komitmen Cinema XXI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengunjung bioskop kami.
Baca Juga: Sikap Bos BNI soal Kredit Macet Rp375 Miliar "Nyangkut" di Sritex: Kami Nurut Aja!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI