Suara.com - Elon Musk, salah satu orang terkaya di dunia yang kini dekat dengan Donald Trump, mendorong pembentukan sebuah departemen untuk mengurangi pengeluaran pemerintah Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir.
Dikutip via Al Jazeera, pada 12 November lalu Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa Musk dan Vivek Ramaswamy, seorang pengusaha dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik, akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).
DOGE direncanakan sebagai departemen penasihat luar yang akan bekerja sama dengan Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB), yang bertanggung jawab membantu presiden dalam menyusun proposal anggaran untuk disampaikan ke Kongres. Musk memberikan kredensial resmi departemen tersebut melalui platform media sosial X yang dimilikinya.
Musk berjanji untuk memotong anggaran tahunan pemerintah AS sebesar $2 triliun, atau lebih dari sepertiga total anggaran, dan ingin mengurangi jumlah lembaga dari 428 menjadi 99.
Ramaswamy juga menyatakan rencananya untuk mengurangi 75 persen tenaga kerja pemerintah federal, yang saat ini berjumlah sekitar 2 juta orang. Jika rencana ini terealisasi, sekitar 1,5 juta orang akan kehilangan pekerjaan.
Untuk mendukung upaya ini, Trump menunjuk anggota Kongres Republik Marjorie Taylor Greene untuk memimpin subkomite DOGE di Dewan Perwakilan Rakyat. Subkomite ini akan merumuskan rencana pemecatan pegawai pemerintah.
Meskipun demikian, DOGE tidak akan memiliki posisi kabinet resmi yang memerlukan pembentukan lembaga baru dan persetujuan Kongres.
Musk mengakui bahwa langkah ini mungkin akan menyebabkan kesulitan sementara tetapi menegaskan bahwa hal itu diperlukan untuk kesejahteraan jangka panjang. Ia juga mengkritik sejumlah program pemerintah dan mempertanyakan keberadaan pegawai tertentu di pemerintahan kepada 205 juta pengikutnya di X.
Musk dan Ramaswamy berargumen bahwa Trump dapat memangkas pekerjaan pemerintah secara sepihak berdasarkan kebijakan bernama Schedule F, yang memungkinkan presiden untuk mengklasifikasikan pegawai sipil sebagai pegawai yang dapat dipecat tanpa perlindungan pekerjaan.
Namun, para ahli etika memperingatkan bahwa Musk memiliki konflik kepentingan yang signifikan karena banyak perusahaannya memiliki kontrak besar dengan pemerintah. SpaceX, misalnya, menerima kontrak senilai $3,8 miliar pada tahun fiskal 2024 dari NASA dan Departemen Pertahanan.
Musk juga menghadapi sejumlah penyelidikan dari berbagai lembaga pemerintah terkait tindakan-tindakannya di Twitter dan Tesla. Dengan latar belakang ini, banyak pihak mempertanyakan kemampuan Musk untuk menjalankan DOGE secara efektif tanpa terpengaruh oleh kepentingan pribadi.
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa kerja DOGE akan berakhir paling lambat pada 4 Juli 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-250 Deklarasi Kemerdekaan AS.
Pengumuman ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai bagaimana DOGE akan beroperasi dan apakah mereka memiliki wewenang untuk melakukan perubahan signifikan dalam pengeluaran federal.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan