Suara.com - Belakangan kabarnya tak hanya barang mewah kena dampak dari kenaikan pajak 12%. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira yang menjelaskan kebijakan kenaikan pajak ini memberi dampak luas bagi banyak barang yang dikonsumsi masyarakat termasuk peralatan elektronik dan suku cadang kendaraan bermotor.
"Bahkan deterjen dan sabun mandi apa dikategorikan juga sebagai barang orang mampu? Narasi pemerintah semakin kontradiksi dengan keberpihakan pajak. Selain itu kenaikan PPN 12% tidak akan berkontribusi banyak terhadap penerimaan pajak, karena efek pelemahan konsumsi masyarakat, omzet pelaku usaha akan mempengaruhi penerimaan pajak lain seperti PPh badan, PPh 21, dan bea cukai," ujar Bhima dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/12/2024).
Barang-barang yang tidak dikenakan pajak tetap sama, yaitu bahan pangan untuk sembako, layanan pendidikan dan kesehatan, serta transportasi. Namun, jumlah barang yang dikecualikan akan semakin berkurang karena bahan pangan premium serta layanan pendidikan dan kesehatan yang bersifat mewah akan dihapus dari daftar pengecualian tersebut.
Selain itu, terdapat tiga komoditas, yaitu minyak goreng curah merek Minyakita, tepung terigu, dan gula industri, yang akan mendapatkan tarif PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 1%. Dengan demikian, tarif PPN untuk komoditas tersebut akan tetap 11% selama tahun 2025.
Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, menjelaskan bahwa kebijakan PPN yang diterapkan pemerintah bersifat umum.
Ini berarti setiap barang dan jasa yang masuk dalam kategori objek pajak akan dikenakan PPN sebesar 12%, termasuk pakaian, layanan Spotify, Netflix, dan produk kosmetik, kecuali jika barang-barang tersebut telah dikecualikan oleh pemerintah.
Untuk langganan-langganan streaming terkait, berikut perkiraan kenaikan harga langganannya.
Harga YouTube Premium plus PPN 12 persen
1. Individual: Rp 69.000 menjadi Rp 77.280
Baca Juga: Manuver Politik atau Solusi Jitu? Bedah Efektivitas Stimulus Ekonomi di Tengah PPN 12 Persen
2. Family: Rp 139.000 menjadi Rp 155.680
3. Student: Rp 41.500 menjadi Rp 46.480
Harga Netflix plus PPN 12 persen
1. Ponsel: Rp54.000 menjadi Rp 60.480
2. Dasar: Rp65.000 menjadi Rp 72.800
3. Standar: Rp120.000 menjadi Rp 134.000
Berita Terkait
-
Kata Konsultan Pajak Soal Kenaikan PPN 12 Persen
-
Link Petisi Tolak PPN 12%: Pemerintah Batalkan Kenaikan PPN Sekarang!
-
Pengusaha Industri Pelayaran Curhat Dapat Pajak Ganda dari Pemerintah
-
PPN Naik 12 Persen, Apakah Tagihan Listrik Kena Pajak?
-
Agak Laen! Kaltim Justru Turunkan Tarif Pajak Saat Daerah Lain Naik
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz