Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 100.959 ton per 6 Februari 2025, atau setara dengan 33,65% dari target total 300.000 ton.
Beras SPHP merupakan salah satu program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen. Namun, penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan lainnya dihentikan sementara mulai 7 Februari 2025. Langkah ini diambil untuk memprioritaskan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani yang sedang memasuki masa panen.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini bertujuan memberikan ruang bagi petani agar produksi GKP mereka diserap oleh Perum Bulog. Hal ini diharapkan dapat menjaga harga GKP di tingkat petani tetap stabil.
Pemerintah telah menetapkan target penyerapan GKP sebanyak 3 juta ton setara beras melalui Bulog, dengan harga GKP any quality di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Dengan harga Rp6.500 per kilogram, petani diharapkan bisa mendapatkan margin keuntungan yang wajar,” ujar Ketut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Jakarta, Senin (10/2/2025).
Ketut menegaskan bahwa penghentian sementara penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan merupakan langkah strategis untuk melindungi kepentingan petani. Pada musim panen yang diperkirakan menghasilkan surplus sekitar 4 juta ton hingga April 2025, Bulog ditugaskan untuk menyerap 3 juta ton GKP.
Selain itu, Bapanas juga akan melakukan dua intervensi utama untuk menjaga stabilitas harga pangan. Pertama, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), yang bertujuan menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kedua, dengan memfasilitasi distribusi pangan dari daerah dengan harga rendah ke daerah dengan harga tinggi.
Baca Juga: Harga Gabah Anjlok di Banyuasin, Kementan Kawal Panen di Sumsel
Berita Terkait
-
Selama Tiga Bulan, Produksi Gabah Kering di Jawa Tengah Diprediksi Capai 4,8 Juta Ton
-
Harap Bersabar! Selama Ramadan Bansos Beras Ditiadakan Sementara
-
JK Beri Wejangan Ketahanan Pangan ke Prabowo, Bahas Lonjakan Produksi Beras
-
Bertamu ke Istana, Jusuf Kalla Kasih Saran Ini untuk Kabinet Prabowo
-
Harga Gabah Anjlok di Banyuasin, Kementan Kawal Panen di Sumsel
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China