Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2/2025). Sejak wacana pembentukannya hingga peluncuran, keberadaan badan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait potensi penyalahgunaan dana.
Bahkan, beberapa pihak membandingkan kehadiran Danantara dengan skandal keuangan besar seperti kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di Malaysia. Lantas, bagaimana sejarah 1MDB Malaysia ini?
Skandal 1MDB merupakan salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Malaysia dan menjadi contoh nyata bagaimana penyalahgunaan dana publik dapat berdampak besar terhadap ekonomi dan politik suatu negara.
Dampak skandal 1MDB tidak hanya dirasakan di Malaysia, tetapi juga di berbagai negara yang terlibat dalam aliran dana tersebut. Berikut ulasan selengkapnya terkait sejarah 1MDB Malaysia.
Latar Belakang dan Pembentukan 1MDB
1Malaysia Development Berhad didirikan pada tahun 2009 oleh pemerintahan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, sebagai dana investasi strategis yang bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi negara.
Awalnya, 1MDB merupakan pengembangan dari Terengganu Investment Authority (TIA), sebuah dana investasi yang dikelola oleh pemerintah negara bagian Terengganu. Setelah diambil alih oleh pemerintah federal, TIA berganti nama menjadi 1MDB dan diperluas cakupannya.
Dana ini didirikan dengan visi untuk menarik investasi asing dan mendanai proyek-proyek infrastruktur serta pengembangan ekonomi Malaysia. 1MDB melakukan berbagai investasi di sektor energi, real estate, dan industri lainnya. Namun, dalam beberapa tahun setelah pembentukannya, dana ini mulai menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan keuangan dan transparansi.
Baca Juga: Mayoritas Saham Koleksi Danantara Kompak Merah, Ada yang Anjlok 4,78 Persen
Kontroversi dan Skandal Keuangan 1MDB
Seiring berjalannya waktu, dugaan penyalahgunaan dana mulai mencuat. Investigasi dari berbagai lembaga keuangan internasional, termasuk Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), mengungkap bahwa miliaran dolar dana 1MDB diduga diselewengkan ke rekening pribadi individu tertentu.
Skandal ini mencapai puncaknya pada tahun 2015 ketika terungkap bahwa sejumlah besar dana 1MDB digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian properti mewah, karya seni mahal, serta pendanaan produksi film Hollywood seperti "The Wolf of Wall Street".
Najib Razak, yang saat itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri, menghadapi tekanan besar dari dalam dan luar negeri.
Investigasi oleh otoritas keuangan Malaysia dan berbagai negara lainnya mengungkap bahwa dana yang berasal dari 1MDB telah mengalir ke berbagai entitas dan individu, termasuk Jho Low, seorang pengusaha yang dianggap sebagai dalang di balik skema ini.
Apa Dampak dan Konsekuensi Skandal 1MDB?
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Kementerian ESDM: Pengujian B50 Diprediksi Rampung Maret Ini
-
DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK
-
PLTS Terapung Karangkates Siap Pasok Listrik 100 Ribu Rumah
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?
-
OJK: Pasar Saham Domestik Stabil, Asing Masih Beli
-
PLN Salurkan Sambung Listrik Gratis untuk 2.533 Keluarga Prasejahtera Lewat Donasi Pegawai
-
Menko Pangan: Kopdes Merah Putih Tak Akan Batasi Perkembangan Ritel Modern
-
PGN Kejar Target Distribusi Gas 877 BBTUD di Jawa Tengah dan Jatim
-
Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos