Suara.com - Pemerintahan Trump minggu ini memecat para karyawan yang sedang membangun sistem untuk mengelola lalu lintas satelit di luar angkasa.
Sekitar sepertiga dari 25 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Perdagangan Luar Angkasa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional kena pemotongan karyawan. Padahal lembaga ini dikenal yang sangat diandalkan oleh industri luar angkasa.
Dilansir Reuters, karyawan diberi pemberitahuan beberapa jam tentang pemutusan hubungan kerja mereka pada hari Kamis oleh penjabat kepala NOAA Nancy Hann.
Mereka dipaksa keluar dari kantor pada akhir hari kedu setelah pengumuman pemutusan hubungan kerja. Tentunya PHK ini akan merusak upaya untuk menyelesaikan apa yang pada dasarnya adalah sistem koordinasi lalu lintas udara untuk luar angkasa.
Saat ini beroperasi dalam fase uji coba karena meningkatnya permintaan global untuk layanan satelit. Padahal mereka ingin meningkatkan jumlah pesawat ruang angkasa di orbit Bumi.
Seorang juru bicara NOAA menolak berkomentar tentang masalah personel. PHK tersebut merupakan salah satu dari ratusan karyawan yang dipecat pada hari Kamis di NOAA, yang juga menyediakan prakiraan cuaca dan peringatan badai dari pemerintah AS.
Kepala Sistem Koordinasi Lalu Lintas untuk Luar Angkasa, Dmitry Poisik, termasuk di antara karyawan yang dipecat, menurut salah satu sumber. Ia tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Memotong staf dari program lalu lintas luar angkasa, yang saat ini memberi tahu operator satelit tentang potensi tabrakan dengan puing-puing atau pesawat ruang angkasa lainnya, mempersulit upaya selama bertahun-tahun untuk memindahkan tugas peringatan tersebut keluar dari Pentagon dan dapat menyebabkan kebingungan di antara pengguna awal sistem tersebut, kata dua sumber tersebut.
Sebagai informasi, Donald Trump, sebagai presiden pada tahun 2018, merilis arahan kebijakan luar angkasa yang menyerukan Kantor Perdagangan Luar Angkasa untuk membuat sistem manajemen lalu lintasnya sendiri, dengan mengakui lingkungan orbital yang semakin padat.
Baca Juga: Utang Sritex Rp32 Triliun, Bagaimana Nasib Pesangon Buruh?
Upaya efisiensi pemerintah Elon Musk telah menyebabkan ribuan PHK di pemerintah federal, yang mengganggu operasi pemerintah di seluruh negeri. Musk, yang memimpin perusahaan antariksa SpaceX, telah lama mengkritik peraturan antariksa karena terlalu lambat dan ketinggalan zaman.
"Ini seperti pengendali lalu lintas udara untuk antariksa, mereka menangani koordinasi lalu lintas antariksa untuk mencegah tabrakan," kata salah satu sumber, seraya menambahkan bahwa PHK tersebut terjadi pada waktu yang buruk mengingat banyaknya pemberitahuan tabrakan yang telah dikirim. Pemberitahuan tabrakan adalah peringatan bahwa satelit dapat bertabrakan dengan objek lain di antariksa.
"Kita tidak berbicara tentang beberapa lusin per tahun. Kita berbicara tentang puluhan ribu, Ini seperti permainan kartu di atas sana," tandasnya.
Berita Terkait
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas