Suara.com - Indonesian Police Watch (IPW) melontarkan kritik pedas terhadap Kejaksaan Agung terkait penanganan kasus dugaan korupsi di PT Pertamina (Persero).
IPW menilai, jaksa bersikap "plintat-plintut" dalam membangun konstruksi pidana, terutama terkait penggunaan frasa "oplosan" yang berujung pada kebingungan publik.
Awalnya, jaksa menduga adanya praktik pembelian dan pengoplosan minyak RON 88 dan RON 90 di fasilitas PT Orbit Terminal Merak, yang kemudian dijual sebagai RON 92. Namun, konstruksi ini dinilai janggal karena justru menguntungkan Pertamina dan merugikan konsumen.
"Ibarat lirik lagu dangdut, 'kau yang mulai, kau yang mengakhiri'. Jaksa awalnya mendalilkan para tersangka telah melakukan perbuatan membeli minyak RON 88 dan RON 90 lalu dioplos melalui storage milik PT Orbit Terminal Merak, dan dijual sebagai RON 92. Kalau demikian konstruksinya, pihak yang diuntungkan justru Pertamina. Dengan kata lain, tidak ada akibat kerugian negara. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah masyarakat sebagai konsumen minyak dalam negeri," ujar Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dikutip Sabtu (8/3/2025).
Pada 4 Maret 2025, Kejaksaan Agung meralat informasi sebelumnya dan mengklarifikasi bahwa kasus yang diselidiki adalah praktik blending, bukan pengoplosan. Namun, pernyataan awal tentang "minyak oplosan" telah menimbulkan kepanikan di masyarakat dan membuat mereka beralih ke SPBU asing.
"Dalam perkembangan selanjutnya, baik Jaksa Agung maupun Jampidsus menarik kembali pernyataan tentang oplosan. Namun hoaks yang didistribusikan pihak kejaksaan itu sudah nyaris menghancurkan Pertamina," tegas Sugeng.
Sugeng menjelaskan, blending adalah praktik yang sah dalam industri migas, berbeda dengan pengoplosan yang ilegal. Ia juga menyoroti kurangnya bukti fundamental dari penyidik, yaitu hasil uji laboratorium terhadap sampel minyak yang diduga oplosan.
"Pada saat diterbitkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: PRIN-59/F.2/Fd.2/10/2024 tanggal 24 Oktober 2024, penyidik tidak lagi memiliki barang bukti obyek minyak yang didalilkan oplosan, yang wajib dilakukan uji lab terlebih dahulu," ungkapnya.
IPW juga menemukan kekeliruan dalam dalil jaksa terkait dugaan kemahalan harga yang memperkaya Muhammad Kerry Adrianto Riza. Sugeng meluruskan bahwa kemahalan harga tersebut sebenarnya adalah margin keuntungan PT PIS kepada PT KP Pertamina.
"Dalam konteks penyewaan kapal, tidak ada cluster kerugian negara yang diumumkan oleh jaksa, karena 13% sampai 15% itu merupakan marging keuntungan perusahaan anak Pertamina. Hal ini menambah kacau balaunya penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2023," pungkas Sugeng.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
13 Shade Maybelline Superstay Matte Ink untuk Bibir Gelap, Awet 16 Jam dan Anti Luntur!
-
Drama Wheelie di Prancis! Kiara Ramadhipa Ngamuk Salip 7 Pembalap, Amankan 5 Besar Moto3
-
Rindekraf 2026-2045 Ditetapkan Sebagai Peta Jalan Nasional Sektor Ekonomi Kreatif
-
Ini Kecanggihan Jet Tempur F-35 yang Mau Dibeli Turki dari AS, Bikin Israel Gemetar
-
3 Serum Viva untuk Mencerahkan Wajah dengan Review Positif, Cuma Rp20 Ribuan Auto Glowing
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Ulasan Novel Suicide Knot, Misteri Kode Rahasia di Balik Live Kematian Anne
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
-
Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi