Suara.com - Perusahaan manufaktur peralatan listrik asal Prancis, Socomec, resmi membuka kantor cabang di Jakarta, menandai babak baru dalam investasi asing di sektor energi terbarukan Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga sinyal kuat komitmen terhadap transisi energi bersih dan berkelanjutan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto.
Dengan keahliannya dalam manajemen daya kritikal, Socomec membawa misi penting: mempercepat adopsi energi terbarukan di Indonesia. CEO-APAC Socomec, O'Niel Dissanayake menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun kemitraan yang solid dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga mitra bisnis lokal.
"Kami tidak hanya attach ke bisnis yang ada, tetapi juga develop bersama pasar Indonesia," ujar O'Niel dikutip Rabu (12/3/2025).
Dukungan penuh terhadap inisiatif transisi energi pemerintah RI menjadi prioritas utama. Socomec siap berkontribusi aktif, memberikan solusi inovatif, dan membuka ruang diskusi untuk mencapai target energi bersih. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mencapai 99% elektrifikasi dan net zero emission pada 2060.
Investasi Socomec bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang peluang ekonomi. Transisi energi membuka pasar baru bagi teknologi hijau, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan industri terkait. Komitmen Socomec untuk menggunakan 100% sertifikasi PEP Eco-Passport pada 2030 menunjukkan keseriusan dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
"Teknologi hemat energi kami dapat mengurangi konsumsi daya hingga 30%," ungkapnya. Dia menegaskan efisiensi yang ditawarkan Socomec. Ini bukan hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga memberikan penghematan biaya bagi pelaku bisnis, meningkatkan daya saing, dan mendorong investasi lebih lanjut di sektor energi terbarukan.
Dengan kehadiran Socomec, Indonesia tidak hanya mendapatkan akses ke teknologi canggih, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan visi energi bersih dan berkelanjutan. Investasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia, menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Baca Juga: Suara Hijau Jadi Langkah Baru Suara.com di Usia 11 Tahun untuk Keberlanjutan Lingkungan
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini