Suara.com - Proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan I tahun 2025 yang dimulai sejak pertengahan Maret masih berlangsung. Namun, hingga saat ini, masih banyak guru yang belum menerima hak mereka, terutama mereka yang memiliki status validasi dengan kode tertentu dalam sistem Info GTK.
Status Validasi dan Jadwal Pencairan
Guru dengan status validasi kode 13, 16, dan 07 dalam sistem Info GTK—platform resmi Kementerian Pendidikan untuk memantau tunjangan dan sertifikasi guru—menjadi kelompok yang masih menunggu kepastian pencairan TPG. Kode-kode tersebut menunjukkan bahwa masih ada proses verifikasi atau perbaikan data yang harus diselesaikan sebelum Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) dapat diterbitkan.
Dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang dimulai pada 28 Maret 2025, seluruh bank di Indonesia—baik milik pemerintah maupun swasta—akan mengikuti ketentuan libur nasional. Oleh karena itu, pencairan TPG Triwulan I untuk bulan Maret hanya akan dilakukan hingga tanggal 27 Maret 2025.
Bagi guru yang SKTP-nya sudah terbit sebelum 28 Maret 2025, pembayaran dipastikan akan dilakukan sebelum libur Lebaran. Namun, bagi guru dengan status validasi kode 13, 16, dan 07 yang SKTP-nya belum terbit, pencairan TPG Triwulan I baru akan dilanjutkan pada April 2025.
Tahapan Validasi dan Kendala yang Dihadapi
Proses pencairan TPG melibatkan beberapa tahapan validasi, dan saat ini telah memasuki validasi tahap 4. Pada tahap ini, Info GTK menampilkan kategori beban mengajar guru, yang dibagi menjadi lima kelompok:
A1: Beban mengajar 24 jam per minggu (linier)
A2-A5: Variasi beban mengajar di bawah 24 jam atau tidak linier
Banyak guru yang telah memenuhi kategori A1, artinya mereka telah memenuhi syarat beban mengajar untuk pencairan TPG. Namun, beberapa di antaranya masih menghadapi kendala rekening yang belum muncul di Info GTK.
Menurut penjelasan operator GTK pusat, hal ini mungkin terjadi karena proses sinkronisasi data antara sistem Simtun dan Info GTK masih berlangsung.
Baca Juga: Euforia Lebaran Hanya Sementara? Realita yang Jarang Dibicarakan
Langkah yang Dapat Dilakukan Guru
Bagi guru yang mengalami kendala dalam pencairan TPG, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Periksa Status Validasi di Info GTK
- Pastikan data pribadi, beban mengajar, dan rekening sudah terdaftar dengan benar.
- Koordinasi dengan Operator Sekolah
- Jika rekening belum muncul, tanyakan kepada operator sekolah apakah data sudah diinput ke sistem Simtun.
- Pantau Perkembangan Terkini
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) biasanya memberikan update melalui laman resmi atau kanal informasi GTK.
- Bersabar Menunggu Proses Sinkronisasi
- Proses administrasi kadang membutuhkan waktu, terutama menjelang libur panjang seperti Lebaran.
Kabar Baik: Pencairan Tetap Dilanjutkan
Meskipun ada keterlambatan bagi sebagian guru, Kemendikbud memastikan bahwa semua hak TPG akan dibayarkan. Pencairan tahap berikutnya diperkirakan akan dimulai pada minggu kedua April 2025, setelah masa libur Lebaran berakhir.
TPG merupakan komponen vital dalam meningkatkan kesejahteraan guru bersertifikat. Tunjangan ini diberikan setiap tiga bulan sekali dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan golongan dan masa kerja.
Bagi guru honorer, penting untuk membedakan antara TPG dengan tunjangan khusus guru honorer, yang memiliki mekanisme dan sumber pembiayaan berbeda.
Proses pencairan TPG Triwulan I 2025 memang membutuhkan kesabaran, terutama bagi guru yang masih menunggu penerbitan SKTP. Namun, dengan koordinasi yang baik dan pemantauan berkala melalui Info GTK, diharapkan semua guru dapat menerima hak mereka tepat waktu.
Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat mengakses laman resmi Info GTK atau menghubungi dinas pendidikan setempat. Semoga proses pencairan segera berjalan lancar bagi semua guru di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
-
Selamat Anda Dapat Link DANA Kaget, Cek Peluang Bonus THR Lebaran 2025 Hari Ini!
-
Cara Mengatasi Kode 07, 13 dan 16 Pada Info GTK Agar TPG Triwulan I Guru Segera Cair
-
Waka Komisi IX DPR Geram THR Nakes RSUP Sardjito Cuma Cair 30 Persen, Desak Kemenkes Turun Tangan
-
Euforia Lebaran Hanya Sementara? Realita yang Jarang Dibicarakan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi
-
Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia
-
Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!