Suara.com - Presiden Donald Trump menerapkan 'tarif timbal balik' AS yang akan dihadapi lebih dari 180 negara dan wilayah. Termasuk anggota Uni Eropa, hingga Indonesia berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh. Trump dan Gedung Putih membagikan serangkaian bagan di media sosial yang merinci tarif yang menurut mereka dikenakan negara lain terhadap AS.
Tarif yang dimaksud termasuk 'Manipulasi Mata Uang dan Hambatan Perdagangan' negara-negara tersebut. Kolom yang berdekatan menunjukkan tarif baru AS terhadap setiap negara, serta Uni Eropa. Tarif tersebut, dalam banyak kasus, kira-kira setengah dari tarif yang diklaim oleh pemerintahan Trump telah 'dibebankan' kepada AS oleh setiap negara.
Tarif timbal balik tidak serta merta menjadi satu-satunya tarif AS yang akan dihadapi negara-negara ini. Gedung Putih mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC pada hari Rabu bahwa tarif timbal balik baru terhadap Tiongkok akan ditambahkan ke tarif yang ada dengan total 20 persen, yang berarti tarif sebenarnya terhadap Beijing berdasarkan ketentuan Trump ini adalah 54 persen.
Trump mengatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10 persen secara menyeluruh ke beberapa negara. Namun, seperti yang dijelaskan dalam diagramnya, banyak negara akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.
"Kami akan mengenakan tarif kepada mereka sekitar setengah dari tarif yang mereka tetapkan dan telah mereka tetapkan kepada kami," kata Trump dalam sebuah pengumuman di Rose Garden di Gedung Putih, seperti dikutip Kamis (3/4/2025).
"Jadi, tarif tersebut tidak akan bersifat timbal balik penuh," katanya.
Tarif ‘timbal balik’ menurut Trump, merupakan respons terhadap bea masuk dan hambatan non-tarif lainnya yang dikenakan pada barang-barang AS.
Meski demikian dalam lembar fakta Gedung Putih, beberapa barang tidak akan dikenakan tarif timbal balik. Barang-barang tersebut meliputi barang-barang yang dikenakan 50 USC 1702(b), baja/aluminium dan mobil/suku cadang mobil yang sudah dikenakan tarif Bagian 232 dan barang-barang tembaga, farmasi, semikonduktor, dan kayu.
Berikut daftar tarif perang dagang yang dilakukan Presiden Trump:
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
- lgeria 30 persen
- Oman 10 persen
- Uruguay 10 persen
- Bahamas 10 persen
- Lesotho 50 persen
- Ukraine 10 persen
- Bahrain 10 persen
- Qatar 10 persen
- Mauritius 40 persen
- Fiji 32 persen
- Iceland 10 persen
- Kenya 10 persen
- Liechtenstein 37 persen
- Guyana 38 persen
- Haiti 10 persen
- Bosnia and Herzegovina 35 persen
- Nigeria 14 persen
- Namibia 21 persen
- Brunei 24 persen
- Bolivia 10 persen
- Panama 10 persen
- Venezuela 15 persen
- North Macedonia 33 persen
- Ethiopia 10 persen
- Ghana 10 persen
Tarif Timbal Balik
- China 34 persen
- Uni Eropa 20 persen
- Vietnam 46 persen
- Taiwan 32 persen
- Japan 24 persen
- India 26 persen
- South Korea 25 persen
- Thailand 36 persen
- Switzerland 31 persen
- Indonesia 32 persen
- Malaysia 24 persen
- Cambodia 49 persen
- United Kingdom 10 persen
- South Africa 30 persen
- Brazil 10 persen
- Bangladesh 37 persen
- Singapore 10 persen
- Israel 17 persen
- Philippines 17 persen
- Chile 10 persen
- Australia 10 persen
- Pakistan 29 persen
- Turkey 10 persen
- Sri Lanka 44 persen
- Colombia 10 persen
- Peru 10 persen
- Nicaragua 18 persen
- Norway 15 persen
- Costa Rica 10 persen
- Jordan 20 persen
- Dominican Republic 10 persen
- United Arab Emirates 10 persen
- New Zealand 10 persen
- Argentina 10 persen
- Ecuador 10 persen
- Guatemala 10 persen
- Honduras 10 persen
- Madagascar 47persen
- Myanmar (Burma) 44 persen
- Tunisia 28 persen
- Kazakhstan 27 persen
- Serbia 37 persen
- Egypt 10 persen
- Saudi Arabia 10 persen
- El Salvador 10 persen
- Côte d'Ivoire 21 persen
- Laos 48 persen
- Botswana 37 persen
- Trinidad and Tobago 10 persen
- Morocco 10 persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
Terkini
-
Bumi Berseru Fest dari Telkom Jaring 43 Program Terbaik untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026
-
Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia
-
Industri Kripto Makin Matang, Upbit Perkuat Keamanan dan Kolaborasi dengan Regulator
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi
-
Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Kargo Pelita Air, Layak Terbang?
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
-
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Diketok, Ini Kata Pengamat
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban