- Upbit Indonesia menunjuk Resna Raniadi sebagai CEO baru di tengah pertumbuhan industri kripto nasional yang pesat.
- CEO baru berkomitmen memastikan kepatuhan regulasi serta memperkuat keamanan sistem di tengah meningkatnya adopsi kripto.
- Fokus ke depan mencakup perluasan layanan terlokalisasi, peningkatan pengalaman pengguna, dan program literasi kripto berkelanjutan.
Suara.com - Industri aset kripto nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah pengawasan regulator yang semakin ketat dan adopsi masyarakat yang terus meningkat, pelaku industri kini dituntut memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan.
Di momentum tersebut, Upbit Indonesia resmi menunjuk Resna Raniadi sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru.
Penunjukan ini terjadi saat industri kripto dalam negeri berkembang pesat, dengan nilai transaksi yang disebut regulator telah menembus sekitar Rp 482,23 triliun sepanjang 2025.
Sejak beroperasi di Indonesia, Upbit mencatat pertumbuhan konsisten dari sisi jumlah pengguna maupun volume perdagangan. Perusahaan menilai, meningkatnya adopsi kripto harus diimbangi dengan sistem yang aman, transparan, dan sejalan dengan regulasi.
Resna yang bergabung sejak 2018 dan sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO), menjadi salah satu sosok kunci dalam ekspansi perusahaan.
"Tujuh tahun lalu, kami memulai perjalanan ini dengan tim kecil dan mimpi besar. Amanah sebagai CEO tentu menjadi tanggung jawab sekaligus tantangan baru bagi saya. Dengan komitmen penuh, saya akan memastikan Upbit Indonesia tetap patuh terhadap regulasi yang semakin matang di tengah adopsi kripto yang terus meningkat. Ke depan, kami siap memperkuat sistem keamanan serta terus bertransformasi untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna," ujarnya, seperti dikutip, Kamis (19/2/2026).
Ke depan, di bawah kepemimpinan Resna, Upbit Indonesia akan memperluas layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar domestik melalui peluncuran fitur dan produk terlokalisasi.
Peningkatan pengalaman pengguna juga menjadi fokus, baik melalui platform web maupun aplikasi seluler.
Selain itu, perusahaan menyatakan akan memperkuat kolaborasi strategis dengan regulator guna memastikan operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kripto nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
"Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi, memperluas kolaborasi, serta menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi ekosistem kripto nasional," ujar Resna.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi yang erat bersama regulator, pertumbuhan industri kripto di Indonesia dapat berjalan selaras dengan regulasi dan tetap mengedepankan kepentingan publik.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Upbit Indonesia juga akan mengintensifkan program literasi kripto dan blockchain bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemula hingga investor berpengalaman.
"Kami percaya bahwa edukasi adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem yang sehat. Melalui program literasi yang berkelanjutan, kami ingin membantu masyarakat memahami potensi sekaligus risiko aset kripto, sehingga dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat