“Rupiah tertekan oleh sentimen risk off yang masih kuat di pasar ekuitas dan mata uang emerging. Ditambah lagi pernyataan Menteri Perdagangan AS yang menegaskan bahwa tarif tidak akan ditunda, ini menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang,” tuturnya.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Namun, tekanan global yang berasal dari kebijakan proteksionisme dan perang dagang AS-China masih menjadi risiko utama yang harus dihadapi dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, Indonesia tercatat berada di peringkat ke-8 dari daftar negara-negara yang dikenai tarif baru oleh AS.
Selain Indonesia, negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja juga turut terdampak dengan besaran tarif yang bervariasi, bahkan mencapai 49 persen untuk Kamboja.
Dengan situasi global yang belum stabil dan tekanan eksternal yang terus meningkat, kurs rupiah diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah diharapkan segera menjalin kerja sama strategis, baik bilateral maupun multilateral, seperti melalui BRICS, guna memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional dan menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Cara Menambahkan Rekening di BRImo untuk Menabung Lebih Disiplin
-
5 Tips Hemat Ala BRI Biar Bisa Investasi bisa Lebih Cepat
-
Rencanakan Masa Pensiun Bersama BRI
-
Rekomendasi Pinjaman Modal Usaha dari BRI untuk Pekerja Migran atau TKI
-
Dari Warung Kelontong Hingga Kuliahkan Anak: Kisah Inspiratif Suryani Raih Mimpi Berkat BRI
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya
-
Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026
-
Daftar Website Freelance 2026 dengan Gaji Dolar
-
Rincian Gaji dan Skema Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Raksasa Ritel Jepang Perluas Ekspansi di RI, Incar Kawasan Pinggiran
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare