Suara.com - Presiden Trump terus memangkan pegawai negeri sipil (PNS) di setiap kementerian maupun lembaga. Hal ini membuat kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat alami penurunan.
Salah satunya menangguhkan program kontrol kualitas untuk pengujian susu cair dan produk susu lainnya karena berkurangnya kapasitas di divisi keamanan pangan dan nutrisi.
Adapun, penangguhan ini merupakan gangguan lain terhadap program keamanan pangan negara setelah pemutusan hubungan kerja dan pemecatan 20.000 karyawan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, yang mencakup FDA,. Hal ini sebagai bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk mengurangi tenaga kerja federal.
Bulan ini, FDA juga menangguhkan program yang ada dan yang sedang dikembangkan yang memastikan pengujian akurat untuk flu burung dalam susu dan keju serta patogen seperti parasit Cyclospora dalam produk makanan lainnya.
Mulai hari Senin, badan tersebut menangguhkan program pengujian kecakapannya untuk susu mentah dan produk jadi Kelas "A". Hal itu berdasarkan email yang dikirim pada pagi hari dari Divisi Keamanan Susu FDA dan ditujukan ke laboratorium jaringan.
Susu Kelas "A", atau susu cair, memenuhi standar sanitasi tertinggi. Program pengujian ditangguhkan karena Laboratorium Pengujian Kecakapan Pusat Moffett FDA, bagian dari divisinya yang mengawasi keamanan pangan tidak lagi dapat memberikan dukungan laboratorium untuk pengujian kecakapan dan analisis data.
Seorang juru bicara HHS mengatakan laboratorium tersebut telah ditetapkan untuk dinonaktifkan sebelum pemotongan staf dan meskipun pengujian kecakapan akan dihentikan sementara selama transisi ke laboratorium baru, pengujian produk susu akan terus berlanjut.
"FDA secara aktif mengevaluasi pendekatan alternatif untuk tahun fiskal mendatang dan akan terus memberi tahu semua laboratorium yang berpartisipasi saat informasi baru tersedia," kata email tersebut dilansir Reuters, Rabu (23/4/2025).
Pemerintahan Trump telah mengusulkan pemotongan 40 miliar dollar AS dari badan tersebut. Program pengujian kecakapan FDA memastikan konsistensi dan akurasi di seluruh jaringan laboratorium keamanan pangan nasional.
Baca Juga: Volvo Runtuh dan Bakal PHK 800 Pekerja Imbas Tarif Trump
Laboratorium juga mengandalkan pengujian kendali mutu tersebut untuk memenuhi standar akreditasi.
Sebelumnya,Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Amerika Serikat terus mengalami guncangan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi. Salah satunya Alex Saint yang merupakan pegawai spesialis komunikasi kesehatan di Badan Pengawas Obat dan Makanan terkena PHK saat baru saja merayakan ulang tahunnya yang keempat sebagai PNS.
Dia mengatakan bahwa terbangun karena mendapatkan pesan teks, panggilan telepon, dan email yang mendesak yang dikirim pada pukul 5:14 pagi. Pesan itu memberi tahu bahwa dia termasuk di antara sekitar 10.000 pekerja federal yang diberhentikan dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.
Menurut perincian dari HHS dan dilaporkan oleh Associated Press, pemotongan tersebut meliputi 3.500 pekerjaan di FDA, yang memeriksa dan menetapkan standar keamanan untuk obat-obatan, peralatan medis, dan makanan . Lalu 2.400 pekerjaan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, yang memantau wabah penyakit menular dan bekerja dengan badan kesehatan masyarakat di seluruh negeri. Serta 1.200 pekerjaan di Institut Kesehatan Nasional, lembaga penelitian kesehatan dan medis terkemuka di dunia.
Kementerian Pendidikan Amerika Serikat pada Selasa, 11 Maret 2025, mengumumkan akan melakukan PHK pada hampir separuh staf di lembaga tersebut. Langkah ini bisa menjadi sinyalemen kemungkinan penutupan total Kementerian tersebut setelah beberapa lembaga pemerintah berjuang untuk memenuhi tenggat waktu menyerahkan daftar PHK massal putaran kedua.
Upaya ini diharapkan dapat memangkas 1 triliun dollar AS dari anggaran federal, yang berjumlah 6,75 triliun dollar AS pada tahun fiskal terakhir.
Berita Terkait
-
Beda PPPK dengan PNS: Pengertian, Gaji, dan Tunjangan
-
Simak Struktur Golongan dan Pangkat PNS 2025, Lengkap dengan Gajinya
-
Kabar Kenaikan Gaji PNS Tahun 2026, Ada 2 Syarat
-
Rush Hour 4 Resmi Diproduksi Paramount Usai Adanya Permintaan dari Trump
-
HP Mau PHK 6.000 Karyawan, Klaim Bisa Hemat Rp16,6 Triliun
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
ADHI Garap Proyek Pengendalian Banjir di Marauke
-
Mensos Tinjau Penyaluran BLT Kesra di Bandung, PT Pos Indonesia: Target Rampung Akhir November
-
PNM Hadirkan Program RE3 (Reduce, Re-love, Restyle) dari Karyawan untuk Masyarakat
-
Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan
-
MIND ID Perkuat Komunikasi Keberlanjutan demi Dukung Pembangunan Peradaban Masa Depan
-
Fundamental, PANI jadi Salah Satu Emiten Properti Terkuat di Pasar Modal
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Pekan Ini Investor Saham Lakukan Transaksi Capai Rp30 Triliun
-
Banjir Sumatera Terparah 2025, Gubernur BI Ajak Masyarakat Sisihkan Rezeki untuk Membantu
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak