Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah merangkak naik pada perdagangan Rabu (22/4/2025).
Mengutip data RTI Business, IHSG ditutup terapresiasi dengan naik 96,11 poin atau naik 1,47 persen menuju ke level 6.634.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 21,87 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp13,58 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,28 juta kali.
Dalam perdagangan hari, sebanyak 412 saham bergerak naik, sedangkan 193 saham mengalami penurunan, dan 201 saham tidak mengalami pergerakan.
Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, NETV, DGNS, INET, PANI, DOOH, CBDK, NASI, ELIT, BKSL, INDY.
Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, GEMA, CITY, HRUM, PSAB, ARCI, MDKA, HRTA, ANTM, IOTF.
Melanjutkan Penguatan Sesi I
IHSG dibuka menguat signifikan pada sesi pertama perdagangan hari Rabu (23/4), dengan kenaikan sebesar 78 poin atau 1,20 persen ke level 6.616.
Mengutip riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini terjadi seiring dengan sentimen positif dari pasar global, khususnya pasca pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menenangkan gejolak kekhawatiran pelaku pasar.
Baca Juga: Ada Kabar Baik dari BRI Hari Ini, Singgung Rp31,40 Triliun
Presiden Trump menyatakan bahwa tidak berencana untuk mencopot Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, pernyataan yang secara luas dianggap sebagai sinyal penghormatan terhadap independensi bank sentral.
Selain itu, Trump juga menegaskan bahwa tarif akhir untuk impor dari Tiongkok tidak akan mencapai 145 persen, sebagaimana sempat dikhawatirkan sebelumnya. Hal ini turut menurunkan tensi kekhawatiran akan eskalasi perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.
Dukungan terhadap pasar juga datang dari Menteri Keuangan AS, Bessent, yang mengungkapkan optimisme akan meredanya ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Namun, ia tetap menekankan bahwa proses negosiasi akan berlangsung panjang dan penuh tantangan.
Dari kawasan Asia, sentimen turut dipengaruhi langkah strategis bank sentral Tiongkok yang mendorong penggunaan yuan untuk transaksi internasional oleh BUMN Tiongkok. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari dorongan untuk menginternasionalisasikan mata uang yuan, sekaligus merespons dinamika perdagangan global yang terus berkembang.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar saat ini menantikan keputusan penting dari Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan yang akan diumumkan siang ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, namun sebagian pelaku pasar masih menyisakan harapan akan adanya penurunan suku bunga sebagai langkah stimulus ekonomi.
Harapan tersebut didukung oleh inflasi yang tetap rendah dan tingginya cadangan devisa, dua faktor penting yang memungkinkan BI untuk melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah jika diperlukan, tanpa mengorbankan stabilitas moneter. Di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif resiprokal AS terhadap mitra dagang utamanya, pelaku pasar berharap keputusan BI hari ini dapat menjadi landasan kestabilan di tengah tekanan eksternal, serta menjadi pemicu arah positif bagi pasar saham ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN
-
Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD