Suara.com - Pi Network, salah satu aset kripto, kembali mencuri perhatian dunia kripto. Setelah lama dinanti, proyek blockchain ini resmi menggandeng penyedia layanan pembayaran global BANXA dalam skema Know Your Business (KYB).
Seperti dilansir dari Cyrpto News, Senin 5 Mei 2025 Kerja sama ini memungkinkan pengguna di lebih dari 100 negara membeli Pi langsung dengan uang tunai, sebuah langkah yang disebut analis kripto Dr. Altcoin sebagai pemain perubahan dalam perjalanan Pi menuju adopsi massal.
Kabar ini menjadi angin segar bagi komunitas Pi yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengakses dan menggunakan aset digital tersebut. Dengan adanya integrasi BANXA, pengguna tak lagi perlu melewati proses rumit yang biasa terjadi di dunia kripto, menjadikan Pi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Tak hanya itu, sistem transaksi peer-to-peer dalam ekosistem Pi kini menerapkan verifikasi berlapis. Para pengguna diwajibkan menyelesaikan proses know your customer (KYC) dan menggunakan dompet non-custodial demi menjamin keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi internasional yang terus berkembang. Langkah ini juga dinilai krusial dalam mencegah penipuan dan penyalahgunaan identitas.
Dr. Altcoin juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, bursa-bursa besar seperti BitMart dan HTX diprediksi akan menerima persetujuan KYB tambahan. Perkembangan ini kemungkinan besar akan menjadi sorotan utama dalam ajang Consensus 2025, salah satu konferensi kripto paling bergengsi di dunia.
Dengan pendekatan pro-regulasi yang makin kuat, Pi berpotensi tampil sebagai proyek yang “berbeda” di tengah pasar kripto yang makin sesak.
Namun, di balik kabar positif tersebut, performa harga Pi justru masih berkutat dalam tren lemah. Pasangan PI/USDT saat ini diperdagangkan sedikit di atas level support kritis USD0,58.
Meskipun sentimen berita cukup kuat, tekanan beli belum terlihat nyata di pasar. Harga Pi bahkan telah turun di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 10, 20, dan 50 harinya, menandakan dominasi dari para penjual.
Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga hanya berada di level 40, belum menunjukkan tanda-tanda kondisi oversold yang bisa memicu pembalikan harga. Indikator lainnya seperti MACD juga menunjukkan sinyal lemah tanpa adanya potensi crossover bullish dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound
Volume perdagangan pun tergolong rendah, dengan Indeks Arah Rata-rata (ADX) di bawah 10—indikasi bahwa pasar tengah berada dalam fase ragu-ragu tanpa arah yang jelas.
Meski begitu, harapan belum sepenuhnya padam. Jika level support USD0,58 mampu bertahan dan antusiasme terhadap inisiatif kepatuhan terus meningkat, peluang untuk pemulihan harga tetap terbuka.
Namun, untuk benar-benar mengubah tren, Pi perlu menembus kembali kisaran USD0,60–0,62 dengan volume yang solid. Tanpa itu, pasar kemungkinan akan tetap berhati-hati dan bias harga bisa terus negatif.
Dengan ekosistem yang semakin matang dan jangkauan global yang terus meluas, banyak pihak percaya bahwa Pi tinggal menunggu momentum yang tepat untuk kembali bersinar.
Bisa Naik di Bulan Mei
Analis mata uang kripto Dr Altcoin lewat analisisnya di Media Sosial X mengatakan, harga Pi Coin akan melonjak selama Consensus Summit mendatang, di mana pendiri Pi Network berencana berpidato dalam acara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker
-
Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru