Suara.com - IDSurvey sebagai Holding BUMN Jasa Survei memperingati hari bumi yang jatuh pada Selasa, 22 April 2025. Melalui peringatan hari bumi ini.
IDSurvey mengusung tema transformasi menuju bisnis hijau, tantangan krisis iklim global dan tuntutan pasar terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
“Transformasi menuju bisnis hijau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh sektor industri, Sebagai lembaga independen yang terpercaya di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), IDSurvey terus memperkuat perannya dalam mendampingi sektor usaha menjalani transisi menuju ekonomi hijau,” ujar VP Sekretaris Perusahaan BKI, Tony Andrianto ditulis Kamis (8/5/2025).
Sebagai komitmen yang nyata, IDSurvey mendukung bisnis hijau dengan menghadirkan layanan bisnis hijau yang terintegrasi dalam tiga layanan utama: Dekarbonisasi & Carbon Trading Ecosystem, Eco Framework, ESG, SDG, dan keberlanjutan.
IDSurvey berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah perusahaan dalam membangun operasional yang ramah lingkungan, efisien, dan bertanggung jawab—menuju masa depan industri yang hijau dan berdaya saing global.
Sebagai informasi, Bumi adalah tempat yang menakjubkan. Untuk itu pada tanggal 22 April, lebih dari satu miliar orang merayakan Hari Bumi untuk melindungi planet ini dari berbagai hal seperti polusi dan penggundulan hutan.
Dengan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan seperti memungut sampah dan menanam pohon, kita menjadikan dunia ini tempat yang lebih bahagia dan lebih sehat untuk ditinggali.
Hari Bumi pertama kali dirayakan pada tahun 1970, ketika seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin menyelenggarakan demonstrasi nasional untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai isu lingkungan.
Aksi unjuk rasa diadakan di seluruh negeri dan, pada akhir tahun, pemerintah AS telah membentuk Badan Perlindungan Lingkungan. Pada tahun 1990, Hari Bumi menjadi acara yang dirayakan oleh lebih dari 140 negara di seluruh dunia.
Baca Juga: Holding BUMN Jasa Survei Gelar Halbil, Dirut BKI Ajak Pegawai Kembali ke Tujuan Awal
Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang, Senator Nelson menyuntikkan energi dari protes mahasiswa anti-perang dengan kesadaran publik yang muncul tentang polusi udara dan air serta mengemukakan gagasan untuk mengadakan acara pengajaran di kampus-kampus kepada media nasional, dan meyakinkan Pete McCloskey, seorang anggota Kongres Partai Republik yang peduli lingkungan, untuk menjadi wakil ketuanya dalam agenda.
Senator Nelson turut merekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda untuk mengorganisir acara pengajaran di kampus dan memperluas gagasan kepada masyarakat umum, dan mereka memilih tanggal 22 April mengadakan acara di kampus, yang pada tahun 1970 jatuh pada hari kerja di antara Liburan Musim Semi dan Ujian Akhir, sehingga dapat memaksimalkan partisipasi mahasiswa.
Kelompok-kelompok yang sebelumnya telah bertarung secara individu melawan tumpahan minyak, pabrik-pabrik pencemar dan pembangkit listrik, limbah mentah, tumpukan sampah beracun, pestisida, jalan raya, kehilangan hutan belantara, dan kepunahan satwa liar bersatu pada Hari Bumi.
Pada akhir tahun 1970, Hari Bumi pertama mengarah pada pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (Environmental Protection Agency atau EPA) Amerika Serikat.
Kemudian lahir pula undang-undang lingkungan penting, di antaranya National Environmental Education Act, Occupational Safety and Health Act, dan Clean Air Act serta Clean Water Act yang menyusul disahkan dua tahun setelahnya.
Bisnis hijau bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Konsep ini mengintegrasikan prinsip-prinsip berkelanjutan ke dalam setiap aspek operasional perusahaan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar ramah lingkungan, bisnis hijau menawarkan peluang ekonomi yang signifikan. Konsumen semakin peduli terhadap dampak lingkungan produk dan layanan yang mereka beli, sehingga bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan memiliki keunggulan kompetitif.
Dengan inovasi dan komitmen, bisnis hijau dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus melindungi planet untuk generasi mendatang. Investasi dalam teknologi ramah lingkungan dan praktik bisnis berkelanjutan adalah langkah cerdas untuk masa depan yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan