Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mau mengubah Kawasan Sudirman, Jakarta jadi pusat integrasi transportasi publik. Maka dari itu, KAI menggelar Kick Off Meeting bertajuk 'Sudirman Gateway: Transit Oriented Development (TOD) Project Preparation for Viable Private Investment'.
Kegiatan ini jadi awal dari penyusunan kajian pengembangan kawasan Sudirman sebagai pusat integrasi transportasi publik yang aman, efisien, dan bernilai tambah secara ekonomi.
Kawasan Sudirman menunjukkan peran strategis dalam jaringan transportasi publik. Selama 2024–2025, Stasiun Sudirman melayani sebanyak 14.378.933 penumpang naik dan 14.706.150 penumpang turun Commuter Line, sedangkan Stasiun Karet melayani 4.479.228 penumpang naik dan 4.667.803 penumpang turun.
Moda transportasi lainnya yang terhubung di kawasan ini, seperti LRT Jabodebek, juga mencatat aktivitas signifikan. Di Stasiun Dukuh Atas BNI, tercatat 5.580.440 penumpang naik dan 5.235.997 penumpang turun selama periode yang sama.
Acara ini dipimpin oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan dihadiri oleh manajemen PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) perusahaan patungan antara KAI dan MRT Jakarta serta perwakilan dari Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), fasilitas kerja sama teknis dari Pemerintah Australia. MITJ dan KIAT akan mendukung penyusunan studi kelayakan serta strategi investasi kawasan ini.
Didiek mengatakan pengembangan kawasan ini merupakan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat integrasi layanan, memaksimalkan potensi ruang, serta menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat.
Proyek ini diposisikan sebagai ruang reflektif dan sinergis untuk menghadirkan simpul transit yang relevan dengan kebutuhan mobilitas saat ini.
"Kami ingin menjadikan Sudirman Gateway sebagai ruang temu antara sistem transportasi masa depan dan tata kota yang mendorong pertumbuhan masyarakat yang inklusif, membuka peluang optimalisasi pendapatan di luar tiket atau non-farebox revenue (NFR), serta memperkuat integrasi antarmoda," ujar Didiek dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5/2025).
Menurutnya, kawasan transit harus menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar titik singgah. Konsep seperti Sudirman Gateway akan memperkaya tata kelola kawasan kota, selama dikerjakan secara selaras dengan inisiatif dan kebijakan yang telah berjalan, serta bersinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: KAI Logistik Targetkan Angkut 66 Ribu Ton Barang Retail di 2025
Sebagai langkah awal konkret, dilakukan penandatanganan partnership antara MITJ dan KIAT. Partnership ini menjadi tonggak pembaruan studi kelayakan yang sebelumnya telah disusun oleh MITJ, agar lebih selaras dengan dinamika dan potensi kawasan yang terus berkembang.
Dengan penataan ulang peran Stasiun Karet dan optimalisasi Stasiun Sudirman serta BNI City, kawasan ini diproyeksikan sebagai hub utama layanan KAI Commuter.
Kajian akan menyoroti berbagai aspek strategis, termasuk optimalisasi integrasi antarmoda Commuter Line, MRT, LRT, dan KA Bandara serta peningkatan kenyamanan pengguna. Studi ini juga menjadi awal dari penguatan potensi pendapatan non-tiket, melalui pengembangan ruang komersial, area co-working, dan fasilitas publik lain yang bernilai ekonomi di sekitar kawasan.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem layanan transportasi yang andal dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Sudirman Gateway mengusung tema besar “Reimagining Sudirman Gateway: Transformasi Perkotaan melalui Mobilitas Tanpa Hambatan, Ruang Publik Inklusif, dan Kehidupan Kota yang Dinamis.” Visi ini disertai misi peningkatan konektivitas multimoda, desain kawasan yang ramah lingkungan, dan ruang publik yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Didiek menekankan bahwa KAI bersama para mitra bertindak sebagai fasilitator strategi. Sementara implementasi kebijakan dan teknis sepenuhnya berada di tangan lembaga berwenang. Keberhasilan proyek ini terletak pada penyelarasan visi dan kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar pembangunan fisik.
Proyek ini juga dirancang untuk menghasilkan nilai tambah secara sosial dan ekonomi. Selain menciptakan mobilitas yang efisien dan rendah emisi, proyek ini turut menghadirkan ruang usaha yang mendukung pelaku ekonomi lokal dan menciptakan nilai tambah kawasan secara jangka panjang.
Seluruh proses akan dijalankan secara bertahap sepanjang 2025, mulai dari pengumpulan data, konsultasi teknis, penyusunan konsep dan strategi bisnis, hingga finalisasi kajian. KAI berkomitmen menjalankan tahapan ini dengan prinsip transparansi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
-
Kolaborasi Teknologi Streaming Ini Dorong Industri Konten Lokal
-
Ditahan 20 Hari ke Depan, Kenapa Kejagung Titipkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Rutan KPK?
-
Hal Baik Berakhir Baik: Bukan Sekadar Motivasi, tapi Teman Menenangkan Hati
-
Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Usia 50 Tahun, Anti Aging agar Kulit Awet Muda
-
Nam Joo Hyuk Jadi Pria Misterius dengan Masa Lalu Kelam di Drama Heartbeat
-
Urutan Pemakaian Sunscreen dan Moisturizer yang Benar, Jangan Sampai Terbalik
-
Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!