Suara.com - Sebuah insiden keamanan siber mengejutkan terjadi sejak Senin (19/5/2025) siang. Aplikasi PeduliLindungi, yang dulunya menjadi andalan pemerintah Indonesia dalam upaya pelacakan dan pencegahan penyebaran COVID-19, dilaporkan diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Akibat peretasan tersebut, pengguna yang mencoba mengakses aplikasi ini sempat dialihkan ke sebuah situs judi online.
PeduliLindungi, yang populer digunakan selama masa pandemi COVID-19, memiliki beragam fungsi penting. Aplikasi ini mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jika mereka berada di zona berisiko tinggi penularan virus, melakukan contact tracing untuk mengidentifikasi potensi penyebaran, serta memberitahukan pengguna jika mereka pernah berinteraksi dengan individu yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Selain itu, PeduliLindungi juga menjadi platform penting untuk mengunduh sertifikat vaksin COVID-19, menampilkan hasil tes COVID-19 (PCR dan antigen), hingga menjadi syarat untuk mengakses berbagai layanan publik seperti pusat perbelanjaan dan transportasi umum.
Namun, keamanan aplikasi yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini sayangnya berhasil ditembus oleh peretas.
Pengguna yang mencoba membuka aplikasi PeduliLindungi pada Senin kemarin dikejutkan dengan pengalihan (redirect) ke sebuah situs yang menampilkan konten perjudian daring.
Peristiwa peretasan ini terjadi pada 19 Mei 2025. Situs judi online yang muncul sempat menampilkan berbagai jenis permainan yang lazim ditemukan dalam platform perjudian daring, seperti slot, togel, poker, dan kasino langsung (live casino).
Situs judi online tersebut diketahui masuk ke dalam domain albertagas.org. Pantauan menunjukkan bahwa situs ini menampilkan konten yang kuat dugaan sebagai layanan perjudian daring yang beroperasi secara terselubung di balik kedok permainan.
Lebih lanjut, situs judi online tersebut menggunakan nama PlanetBola88 dan menawarkan beragam jenis permainan judi populer seperti slot, toto gelap (togel), poker, hingga kasino langsung yang dilengkapi dengan visual tokoh mitologi Yunani, Zeus, yang seringkali diasosiasikan dengan keberuntungan dan kekayaan.
Baca Juga: Komdigi Klaim Transaksi Judi Online Turun 80 Persen, Perputaran Dana Tembus Rp 47 Triliun
Penelusuran Redaksi Suara.com pada Selasa (20/5/2025) sekitar pukul 9.50, halaman website Pedulilindungi.id sudah kembali menampilkan tampilan normal tanpa judol. Namun demikian, akses aplikasi beberapa kali masih terkendala.
Belakangan diinformasikan bahwa situs pedulilindungi.id yang diluncurkan pada Maret 2020 tersebut sudah tidak lagi aktif digunakan. Berbagai data dan informasi di dalam pedulilindungi diklaim sudah pindah ke SatuSehat.
Berdasarkan keterangan resmi terkait, seluruh data masyarakat yang sebelumnya tersimpan di situs PeduliLindungi telah dihapus dan dipindahkan secara aman ke aplikasi SatuSehat, yang kini menjadi platform utama untuk layanan kesehatan digital di Indonesia.
Dengan adanya pernyataan resmi dari Kemenkes, dapat disimpulkan bahwa peretasan terjadi pada platform PeduliLindungi versi web yang sudah tidak aktif.
Aplikasi PeduliLindungi yang saat ini telah bertransformasi menjadi bagian dari aplikasi SatuSehat, yang masih aktif digunakan untuk berbagai layanan kesehatan termasuk sertifikat vaksin, kemungkinan tidak terdampak langsung oleh insiden peretasan ini.
Meskipun demikian, insiden peretasan pada platform lama PeduliLindungi ini tetap menjadi perhatian serius. Hal ini menunjukkan bahwa aset digital pemerintah, meskipun sudah tidak aktif, masih berpotensi menjadi target serangan siber.
Keamanan data dan infrastruktur digital, termasuk platform yang sudah tidak digunakan, tetap menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan dan potensi risiko keamanan di masa depan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dan memverifikasi informasi yang diterima terkait dengan aplikasi dan layanan digital pemerintah.
Berita Terkait
-
Murka Budi Arie Disebut Dapat Jatah 50 Persen Uang Judol: Narasi Jahat! Itu Tidak Benar
-
Cara Menghapus Data Identitas Diri yang Dipakai untuk Judi Online
-
Budi Arie Disebut Ikut Kecipratan Duit Panas Rp48 Miliar, Kode-kode Skandal Judol Kominfo Terkuak!
-
Nama Budi Arie di Dakwaan Kasus Judol: Dugaan Jatah 50 Persen hingga Kode Setoran 'Bagi PM'
-
Terseret Skandal Judol Kominfo, Nasib Menkop Budi Arie usai Namanya Tercatat di BAP Terdakwa
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking
-
Bahlil Bawa Kabar Kurang Enak Soal CNG
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
-
Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi