Suara.com - PT Digital Micro Indonesia, yang lebih dikenal dengan layanan pinjaman online (pinjol) Danabijak, merupakan salah satu platform fintech peer-to-peer lending terkemuka di Indonesia. Beroperasi dengan misi mempercepat akses pembiayaan bagi individu maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini kurang terlayani oleh institusi keuangan tradisional, Danabijak menawarkan pinjol tanpa agunan melalui sistem yang diklaim efisien.
Profil Operasional dan Penawaran Layanan
Danabijak hadir dengan fokus pada kemudahan, kecepatan, dan transparansi dalam proses pengajuan pinjaman. Platform ini mengklaim dapat melayani semua aplikasi secara cepat, bertanggung jawab, adil, dan transparan, dengan tujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk terhindar dari pinjaman yang merugikan.
Beberapa kemudahan yang ditawarkan oleh Danabijak meliputi:
- Proses Pinjaman yang Mudah dan Cepat: Pengajuan pinjaman dapat dilakukan dengan praktis, aman, dan terpercaya.
- Periode Pinjaman Fleksibel: Untuk peminjam baru, periode pinjaman tersedia hingga 30 hari. Sementara itu, bagi peminjam yang telah memiliki riwayat baik dan mengumpulkan poin tertentu, periode pinjaman dapat diperpanjang hingga 90 hari.
- Sistem Gamifikasi yang Menguntungkan: Danabijak menerapkan sistem gamifikasi yang memungkinkan peminjam mendapatkan keuntungan. Dengan mencapai jumlah poin tertentu, nasabah bisa memperoleh potongan biaya layanan, waktu pinjam yang lebih lama, dan jumlah uang pinjaman yang lebih besar.
- Akses Taksiran Pinjaman 24 Jam: Nasabah dapat mengakses taksiran pinjaman secara online kapan saja, 24 jam sehari.
Danabijak beroperasi dengan alamat kantor di Menara Dea, Mega Kuningan, Jakarta. Platform ini telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor lisensi KEP-92/D.05/2021 tertanggal 8 September 2021. Sejak didirikan pada tahun 2016, Danabijak telah memanfaatkan data alternatif dan tradisional untuk deteksi penipuan, e-KYC (verifikasi identitas elektronik), dan penilaian kredit, bahkan diklaim mampu memberikan skor kredit dalam waktu kurang dari 10 detik.
Hingga saat ini, Danabijak telah melakukan penilaian kredit terhadap lebih dari 2 juta individu dan berhasil mengintegrasikan lebih dari 100 ribu individu serta bisnis ke dalam ekosistem keuangan digital.
Pemilik DanaBijak dan Direksi
Pada 14 Agustus 2024, manajemen Danabijak mengumumkan rencana pengalihan saham kepada investor baru, yang akan mengakibatkan adanya pemegang saham pengendali baru dalam perseroan. Pengumuman ini juga memberikan hak kepada setiap kreditur untuk menolak rencana pengambilalihan saham dalam jangka waktu 14 hari kalender. Meskipun demikian, identitas investor baru serta komposisi pelepasan saham yang menyebabkan perubahan pengendali tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam pengumuman tersebut.
Sebelum adanya pengalihan saham ini, pemegang saham Danabijak tercatat adalah Digital Micro Pte Ltd yang berlokasi di Singapura, serta Ihwansyah Udaya. Digital Micro Pte Ltd sendiri didirikan di Singapura pada Juni 2016 dengan misi mempercepat akses keuangan dan fokus pada inovasi teknologi keuangan di bidang credit scoring, big data, lending, asuransi, dan pendanaan di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Cara Pinjam Uang di Aplikasi DANA, Cepat Cairnya dan Aman karena Diawasi OJK
Sementara itu, Ihwansyah Udaya adalah seorang advokat dan konsultan hukum teknologi berpengalaman, yang juga dikenal sebagai Managing Partner di Yanuar, Udaya & Partners, serta pemilik Steakhouse Holycow by Chef Afit cabang Kelapa Gading.
Berdasarkan laporan keuangan audit per tahun 2023, Danabijak memiliki aset sebesar Rp12,18 miliar. Di sisi liabilitas, perusahaan mencatatkan angka Rp9,05 miliar, yang terdiri dari utang pihak ketiga sebesar Rp7,58 miliar, utang sewa jangka pendek Rp779,44 juta, utang pajak Rp211,55 juta, dan biaya yang masih harus dibayar Rp211,55 miliar. Sementara itu, ekuitas modal saham tercatat Rp13,96 miliar, namun dengan akumulasi rugi sebesar Rp11,35 miliar, sehingga ekuitas perusahaan yang tersisa adalah Rp2,6 miliar.
Profil Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris:
Andar Perdana Widiastono menjabat sebagai Komisaris PT Digital Micro Indonesia (Danabijak). Beliau memiliki latar belakang hukum dan pengalaman luas di bidang jasa keuangan, termasuk karir di Kejaksaan Republik Indonesia di mana ia pernah menduduki beberapa jabatan penting seperti pemeriksa keuangan dan Direktur Direktorat Ideologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen (JAMINTEL). Saat ini, Andar Perdana juga menjabat sebagai Komisaris dan Ketua Komite Audit pada PT Nindya Karya (Persero).
Direksi:
Berita Terkait
-
Klaim Link Saldo DANA Gratis Hari Ini Rp767.000 Buat Modal Liburan Kenaikan Yesus Kristus
-
Ada Link DANA Kaget Terbaru Rp589.000 Bisa Buat Kredit Motor Matic Bekas
-
Bukan PKH dan BPNT Tahap 2, Ini Daftar 3 Bansos Cair 26 Mei 2025!
-
Link Saldo DANA Kaget Gratis Rp665.000 dari Platform Resmi, Buruan Klaim!
-
Wacana Dana Parpol Naik 10 Kali Lipat, Wakil KPK Sebut Agar Tidak Ada Korupsi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
-
BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!
-
Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah
-
Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional