Suara.com - Masalah keterbatasan air selalu menjadi momok bagi petani di Indonesia. Bertahun-tahun, panen petani seringkali ditentukan oleh belas kasih hujan, membatasi produktivitas dan pendapatan.
Namun, di tengah tantangan klasik ini, sebuah kisah sukses muncul dari Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di mana proyek irigasi terpadu dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah mengubah nasib para petani.
Selama ini, petani di Desa Kapu hanya mampu mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka, menyebabkan panen hanya bisa dilakukan dua kali dalam setahun.
Kondisi ini adalah gambaran umum dari persoalan irigasi yang mendera banyak wilayah pertanian di Tanah Air.
Ketergantungan pada alam membuat sektor pertanian rentan terhadap perubahan iklim dan mengancam ketahanan pangan nasional.
Namun, di Desa Kapu, angin segar berembus setelah SIG memberikan bantuan irigasi pertanian terpadu. Fasilitas ini mencakup pembuatan sumur bor, pemasangan pompa air, tandon air berkapasitas 1.000 liter, dan saluran pipa yang mengalirkan air langsung ke lahan pertanian.
Sistem irigasi ini kini mampu memenuhi kebutuhan pengairan 10 hektare lahan, memungkinkan para petani untuk panen empat kali dalam setahun. Peningkatan produktivitas panen dua kali lipat ini menunjukkan betapa krusialnya peran irigasi dalam menggenjot sektor pertanian.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan komitmen perusahaan untuk menciptakan program CSR yang menyentuh akar permasalahan masyarakat.
"SIG secara konsisten menciptakan program CSR yang menyentuh akar masalah yang dihadapi oleh masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan, sehingga efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan," ujar Vita dikutip Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: Kementan, KemenPU, Kemendagri Bersinergi Hadapi Kemarau: Jaga Produksi Lewat Irigasi - Pompanisasi
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan air, yang bertujuan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan irigasi di 14 provinsi.
Dalam Inpres tersebut terdapat 14 provinsi yang pembangunan irigasinya akan dipercepat yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua selatan.
“Melaksanakan percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi termasuk lokasi yang belum ditetapkan sebagai daerah irigasi,” tulis beleid tersebut.
Inpres ini nantinya akan diimplementasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan.
Perihal anggaran, nantinya percepatan pembangunan irigasi di 14 provinsi tersebut akan bersumber dari anggaran negara. Inpres ini berlaku sejak ditandatangani pada tanggal 30 Januari 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%