Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) siap bersaing jika perbankan lainnya tertarik untuk menjajakan bisnis emas di Indonesia. Adapun, hanya dua bank emas di Indonesia yakni PT Pegadaian dan BSI.
SVP Bullion Business PT Bank Syariah Indonesia Tbk Riko Wardhana mengatakan tidak mempermasalahkan jika ada perbankan swasta yang tertarik untuk membuka bisnis bank emas.
"Insya allah nggak ada masalah. Sehat-sehat saja untuk bersaing, atau bersaing sehat sehat," katanya saat berbincang dengan Suara.com, di Kantor Suara.com kawasan Mega Kuningan, Jakarta Slatan, dikutip Jumat (11/7/2025).
Menurut dia, bisnis emas memiliki potensi yang cukup bagus. Apalagi, ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"BSI sendiri mungkin tidak sanggup untuk bisa memenuhi segala tadi itu ya dari jumlah emas yang beredar dan segala macam dan jumlah nasabah dan lain lain. Jadi kami melihatnya adalah ini terbuka luas baik bagi lembaga jasa keuangan lainnya untuk masuk ke sini," katanya.
Kata dia, dengan kehadiran Lembaga Jasa Keuangan yang tertarik membuka bisnis emas membuat Indonesia menjadi ekosistem terbesar. Hal itu terlihat dari China, Singapura dan Turki yang memanfaatkan bisnis emas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kita mungkin bisa melihat dari Cina, Singapura bahkan di Inggris sekalipun India, Turki itu udah bagaimana mereka mengolah ekosistem sih sudah lebih baik. Jadi tapi kita punya potensi untuk ke sana dan kalau memang ini berkembang pasti Bullion bisnis atau Bullion bank juga ya bisa jadi harus bertambah untuk memenuhi cita cita atau harapan itu," bebernya.
Dia pun menceritakan bagaimana BSI bisa mendapatkan amanah untuk menyehatkan bisnis bank Emas. Apalagi, tidak mudah untuk mendapatkan izin mendirikan bank emas di Indonesia.
"Nah perjalanan kami tentunya untuk mendapatkan ini pasti ada latar belakangnya Jadi izin yang diberikan adalah melalui izin yang dikeluarkan oleh OJK kepada kami dengan landasannya adalah sebelumnya OJK juga sudah mengeluarkan yang namanya POJK 17 terkait dengan kegiatan usaha Bullion bank ini," katanya.
Baca Juga: BSI Catatkan Dana Kelolaan Islamic Ecosystem Tembus Rp 13 Triliun
Dengan mendapatkan izin dari OJK, BSI menjadi Bank Syariah pertama yang membuka bisnis emas di Indonesia. Apalagi, BSI memberikan fasilita yang mudah untuk nasabah yang ingin menitipkan emasnya.
"Nah disitu tentunya dilihat dari regulator bahwa BSI sebenarnya sebagai bank syariah juga itu sudah menjalankan yang namanya bisnis emas gitu ya bisnis emas bisnis emas ini diantaranya adalah memberikan fasilitas kepemilikan emas dengan cara mencicil nah jadi cicilan emas dan juga bisnis emas terkait dengan gadai," kata dia.
Tidak hanya itu, BSI pun membeberkan tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan bisnis emas. Salah satunya meningkatkan literasi bank emas ke ibu rumah tangga. Lantaran, masih banyak yang belum tau manfaat menaruh emas di bank.
"Inilah yang mungkin akan jadi tantangan kita sama sama dan kita sama sama untuk membangun literasi ke masyarakat itu. Jadi betul sekali tuh. Jadi kebiasaan memiliki emas tuh udah ada dari dulu gitu kan. Tapi caranya ya itu tadi dengan membeli emas menyimpannya," katanya.
"Tunggu kapan kalau misalkan ada kebutuhan Kalau nggak ada kebutuhan nanti lihat lagi harganya mungkin bahkan nggak ngecek-cek harga lagi Tiba-tiba sekian tahun ada kebutuhan untuk bayar anak sekolah atau apa akhirnya dijual ya Nah dengan adanya secara sistem Bullion ini nah kita mengajak gitu ya apa namanya untuk mengenal ini supaya memiliki emas tuh lebih mudah dan lebih aman," tambahnya.
Lalu, manfaat menyimpan emas di BSI bisa mencicilnya. Adapun, nasabah bisa menabung terlebih dahulu, sehingga bisa mendapatkanemas yang diminati.
Berita Terkait
-
Kopi Lampung & Bengkulu Mendunia: Kisah Sukses UMKM Binaan BSI Tembus Pasar Internasional
-
BSI International Expo 2025 Catat Transaksi Rp2,66 Triliun dan Potensi Ekspor US$20,8 Juta!
-
BSI Catat Pembiayaan Otomotif Tembus Rp 60,34 Miliar
-
BSI Bidik 8,9 Juta Calon Jamaah, Tabungan Haji Jadi Motor Ekonomi Syariah
-
CEO Danantara Optimistis Indonesia Akan Kuasai Industri Halal Global
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
-
24 Pinjol Terjerat Kredit Macet
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Menteri Bahlil Mau Swasembada BBM Lewat RDMP Kilang Balikpapan
-
Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA
-
Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel