Suara.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh konglomerat Hashim S. Djojohadikusumo (adik Presiden Prabowo Subianto), mencatatkan lonjakan total kewajiban fantastis sebesar 57,8% menjadi Rp3,058 triliun pada akhir Juni 2025 dibandingkan akhir tahun 2024.
Peningkatan signifikan ini terlihat dari laporan keuangan semester I 2025 WIFI yang dirilis, Jumat (11/7/2025) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kenaikan utang tersebut terjadi di berbagai pos, dengan utang bank jangka pendek melonjak 244,9% menjadi Rp476,51 miliar, dan utang bank jangka panjang melejit 187,7% menjadi Rp682,19 miliar.
Tak hanya itu, utang kepada pihak berelasi bahkan meroket 843,5% menjadi Rp368 miliar, yang turut mendongkrak beban keuangan perusahaan hingga 117,5% menjadi Rp87,248 miliar.
Meskipun beban utang membengkak, kinerja operasional WIFI justru menunjukkan tren positif. Pendapatan perusahaan milik Hashim S. Djojohadikusumo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad ini naik 66,01% secara tahunan menjadi Rp513,46 miliar.
Penopang utama pendapatan adalah pertumbuhan pendapatan iklan sebesar 26,08% menjadi Rp232,82 miliar, serta kontribusi signifikan dari pendapatan layanan pita lebar (bandwidth) yang baru tercatat sebesar Rp241,2 miliar pada semester I 2025. Selain itu, WIFI juga mulai membukukan pendapatan dari jasa colocation dan manage telco service.
Di sisi lain, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 6,2% menjadi Rp121,1 miliar. Hal ini berimbas pada melonjaknya laba kotor 118,9% menjadi Rp392,35 miliar, dan laba usaha yang meroket 155,4% menjadi Rp378,96 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan juga tak kalah impresif, melompat 171,2% menjadi Rp293,5 miliar.
Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, melaporkan laba bersih sebesar Rp227,91 miliar pada semester I 2025, melejit 155% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya Rp89,8 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkerek signifikan dari Rp38,09 menjadi Rp99,58 per lembar.
Kinerja positif ini juga berdampak pada penambahan saldo laba belum ditentukan penggunaannya sebesar 59,7% menjadi Rp596,76 miliar, serta total ekuitas yang melonjak 126,9% menjadi Rp2,198 triliun.
Baca Juga: Paradoks Kabinet Prabowo: Presiden Minta Efisiensi, Kementerian Ramai-ramai Minta Tambah Anggaran
Siapa di Balik WIFI?
WIFI dikendalikan oleh tiga pengusaha ternama:
Hashim S. Djojohadikusumo: Adik dari Presiden terpilih Prabowo Subianto ini menjadi pemegang saham tidak langsung WIFI melalui PT Arsari Sentra Data, yang mengakuisisi 45% saham PT Investasi Sukses Bersama (ISB), induk usaha Surge. Akuisisi ini membuat Hashim menguasai 22,55% saham Surge.
Arwin Rasyid: Mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk dan Bank CIMB Niaga ini turut menjadi pemegang saham Surge melalui perusahaannya, TEZ Capital & Finance, dengan mengakuisisi 27,22% saham PT Media Wiguna Nusantara.
Fadel Muhammad: Pengusaha dan politisi ini juga menjadi salah satu pemilik Surge dengan mengakuisisi 27,22% saham PT Media Wiguna Nusantara bersama Arwin Rasyid, memberinya kendali tidak langsung atas 7,50% saham WIFI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek