Tekanan ini sempat mereda sesaat setelah tim negosiasi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan pejabat perdagangan AS di Washington D.C. pada 9 Juli, yang menghasilkan penundaan tiga pekan untuk perundingan lanjutan.
Kini, hasil akhir dari perundingan alot itu terungkap, dan di dalamnya terdapat harga yang harus dibayar Indonesia untuk mendapatkan keringanan tarif.
Trump memaparkan serangkaian komitmen fantastis dari Jakarta.
Pertama, Indonesia berjanji untuk menghilangkan semua hambatan, baik tarif maupun non-tarif, yang selama ini menyulitkan produk-produk AS untuk masuk ke pasar domestik.
Kedua, dan yang paling signifikan secara nilai, adalah komitmen pembelian dalam skala masif.
Trump merinci bahwa kesepakatan tersebut mencakup kewajiban Indonesia untuk membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai 4,5 miliar dolar AS.
Angka ini setara dengan ratusan triliun rupiah, sebuah suntikan dana raksasa bagi para produsen Amerika.
Seakan belum cukup, kesepakatan itu juga menyentuh sektor aviasi.
Trump menyebutkan adanya komitmen pembelian 50 unit pesawat Boeing baru oleh Indonesia, yang sebagian besar adalah model jet berbadan lebar Boeing 777.
Baca Juga: Nego Tarif Impor 19 Persen, Prabowo Ngaku Berunding Alot dengan Trump: Alhamdulillah Ada Kesepakatan
Meskipun tidak dirinci maskapai atau entitas mana yang akan melakukan pembelian tersebut, komitmen ini menjadi penopang vital bagi salah satu ikon industri manufaktur AS.
Bagi Trump, kesepakatan ini adalah sebuah kemenangan mutlak yang berhasil merombak total lanskap perdagangan dengan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Ia tidak menahan diri untuk menyatakan keberhasilannya.
“Kesepakatan penting ini membuka SELURUH PASAR Indonesia kepada Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah,” klaim Trump.
Ia kemudian menutup pengumumannya dengan nada yang lebih diplomatis, menyampaikan apresiasi atas peran Indonesia dalam menyeimbangkan neraca perdagangan yang selama ini selalu defisit bagi pihak Amerika Serikat.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen menyeimbangkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?