Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bakal mendapatkan pinjaman dari bank BUMN sebesar Rp 3 miliar.
Zulhas menjamin Kopdes tidak akan gagal bayar atau kredit macet, bahkan bisa melunasi pinjaman Rp 3 miliar.
"Ya kalau bisa bayar semua. Insha Allah koperasi ini bisa bayar," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Adapun, Zulhas memastikan, bunga pinjaman yang dikenakan oleh bank BUMN terhadap Kopdes juga ditetapkan flat 6 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, meminta semua pihak tidak terlalu khawatir dengan Kopdes Merah Putih. Ia menginginkan, semua pihak bisa berpikir positif dengan kehadiran Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, musuh program Kopdes Merah Putih itu keragu-raguan dari banyak pihak.
"Saya sudah bilang musuhnya program Kopdes ini keraguan-keraguan, ketakutan yang berlebihan Waspada penting, tapi gak boleh takut Kalau macet gimana? Sekarang kalau untung gimana?" jelasnya.
Budi Arie menambahkan, Kopdes Merah Putih memiliki bisnis yang kompetitif, sehingga dirinya yakin bisa membayarkan semua pinjaman dari perbankan.
"Sekarang balik mikirnya adalah kalau koperasi desa ini untung akan diberikan kepada pemerintah desa juga sumbang. Jangan berpikir kalau macet. Bisnisnya itu sangat kompetitif," bebernya.
Baca Juga: Pemerintah Kejar Target, Zulhas Sebut 10.000 Kopdes Merah Putih Bisa Beroperasi
membidik 10.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bisa beroperasi pada Agustus. Saat ini, baru ratusan Kopdes Merah Putih yang baru berjalan.
Namun, terdapat 80.000 Kopdes yang telah terbentuk model bisnisnya, tapi belum bisa beroperasi.
"Segera Agustus ini kita akan kelarkan kira-kira 10.000 di Agustus, 10.000 Kopdes sudah beroperasi, paling kurang di bulan Agustus, tapi saya yakin bisa lebih, bisa lebih ya," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Dalam hal ini, Zulhas menyebut, pemerintah akan berkunjung ke beberapa daerah untuk mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih.
"Kami sudah mengagendakan akan roadshow lagi ini mulai nanti tanggal 1 ini di NTT, tanggal 2 di NTB, terus Jawa, dan seluruhnya," jelasnya.
Dari sisi pendanaan, Zulhas mengaku, Kopdes telah bisa meminta pendanaan dari perbankan BUMN dengan maksimal plafon Rp 3 miliar. Hal ini setelah keluarnya aturan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029