Kepala BKUD setempat menjelaskan bahwa lonjakan itu sebenarnya merupakan penyesuaian NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang terkonsolidasi dalam satu SPPT, bukan kenaikan menyeluruh.
Dari total 775.009 NOP (Nomor Objek Pajak), hanya sekitar 45.000 yang mengalami kenaikan. Sisanya tetap atau bahkan lebih rendah.
Penetapan NJOP itu dilakukan bersama BPN berdasarkan transaksi riil di lapangan.
4. Kabupaten Jombang
Sementara itu, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masyarakat merespons lonjakan pajak secara dramatis dengan aksi kreatif.
Mereka melakukan aksi simbolis membayar PBB menggunakan ratusan koin, mulai dari pecahan Rp200 hingga Rp1.000.
Seorang warga bernama Joko Fattah Rochim menceritakan, tagihan pajaknya melonjak dari sekitar Rp300 ribu ke lebih dari Rp1,2 juta.
Merespons gelombang protes ini, Bupati Warsubi menyatakan tidak akan menaikkan PBB lagi hingga tahun 2027. Bupati juga berjanji akan merevisi Perda yang dianggap membebani rakyat.
5. Kabupaten Bone
Baca Juga: Dendam Masa Lalu, Lia 3 Srigala Girang Bupati Pati Sudewo Dituntut Mundur
Di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bone, reaksi terhadap kenaikan PBB-P2 memuncak dalam bentuk aksi mahasiswa. Apalagi, kenaikan PBB dikabarkan mencapai 300 persen di Bone.
Bapenda sendiri sempat mengklarifikasi jika kenaikan PBB sebenarnya hanya sekitar 65 persen, bukan 300 persen seperti yang beredar. Namun tetap saja, tarif itu memicu gelombang protes dan ketegangan yang tinggi.
Mahasiswa dari HMI melakukan unjuk rasa di depan DPRD. Peristiwa sempat ricuh ketika massa mencoba masuk ke gedung.
Sementara itu, Ketua DPRD Bone menyatakan bahwa kebijakan kenaikan PBB masih dalam tahap pembahasan, serta berkomitmen untuk mengawal proses peninjauan ulang.
Para demonstran akhirnya membubarkan diri setelah dijanjikan adanya revisi, namun tetap siap kembali jika tuntutan tidak dipenuhi.
6. Lombok Timur
Berita Terkait
-
Dendam Masa Lalu, Lia 3 Srigala Girang Bupati Pati Sudewo Dituntut Mundur
-
Aksi 'Agak Laen' Mahasiswa Pati Dukung Kenaikan Pajak, Digeruduk Netizen: Sampah Masyarakat!
-
Sudewo Makin Terjepit! 5 Fakta Terbaru Hak Angket Bupati Pati yang Bikin Geger Senayan
-
Kursi Bupati Pati Makin Panas: Dasco Kasih Kode, Gerindra Siap Evaluasi Sudewo?
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono
-
IHSG Melesat di Awal Perdagangan 2026, Tembus Level 8.676
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram
-
Alami Gagal Bayar, Ini Sanksi yang Diberikan OJK untuk Dana Syariah Indonesia
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN