Suara.com - Harga beras di Jepang melonjak 90,7 persen pada bulan Juli lalu, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang melaporkan kenaikan beras di beberapa wilayah Jepang.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengatakan, harga beras telah meroket dalam beberapa bulan terakhir karena masalah pasokan yang terkait dengan musim panas, serta gempa yang terjadi membuat distribusi beras terganggu.
"Musim panas yang ekstrem dan pembelian panik setelah peringatan gempa besar tahun lalu, di antara faktor-faktor lainnya yang membuat harga beras di Jepang tinggi," katanya dilansir Japan Today, Senin (25/8/2025).
Adapun, pada bulan Juni, harga beras 100,2 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada bulan Mei, angkanya mencapai 101,7 persen.
Ishiba telah menunjuk menteri pertanian baru dan pemerintahannya telah merilis stok darurat dalam upaya menurunkan harga.
Awal bulan ini, pemerintah mengumumkan perubahan dalam kebijakan yang telah berlangsung puluhan tahun untuk mendorong petani menanam tanaman selain beras.
Namun, harga beras ini belum memengaruhi inflasi di Jepang.
Sebab, inflasi inti Jepang turun menjadi 3,1 persen dari 3,3 persen pada bulan Juni.
Baca Juga: Belanja di Don Donki Jepang Kini Bisa Gunakan QRIS
Apalagi , angka tersebut bisa membuat Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Selain itu, BOJ memandang inflasi di atas target disebabkan oleh faktor-faktor termasuk harga beras.
Hal ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan inflasi yang memengaruhi ekonomi Jepang.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambah tekanan pada BOJ untuk menaikkan suku bunga, dengan mengatakan bahwa bank sentral "tertinggal" dalam hal inflasi.
"Meskipun inflasi kemungkinan akan sedikit mereda dalam beberapa bulan mendatang, hal itu seharusnya tidak menghalangi Bank of Japan untuk melanjutkan siklus pengetatannya pada bulan Oktober," ujar Abhijit Surya dari Capital Economics.
Pekan lalu, data menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tumbuh dengan laju tahunan sebesar 1,0 persen pada kuartal kedua.
Berita Terkait
-
Pakai QRIS di Luar Negeri, Apakah Harus Tukar Mata Uang Dulu?
-
Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton
-
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras
-
Kisah Tragis Hosono Masabumi: Selamat dari Titanic Tapi Dikutuk Disumpahi Rakyat Jepang
-
Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU