Suara.com - Emiten jasa kontruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengumumkan secara terbuka bahwa mereka telah lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran atas sejumlah instrumen surat utangnya, yang mencakup obligasi dan sukuk dengan nilai triliunan rupiah.
Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin. "PT Wijaya Karya (Persero) Tbk telah lalai dalam memenuhi kewajiban keuangan dalam Perjanjian Perwaliamanatan," tulis pengumuman resmi perusahaan dikutip Selasa (26/8/2025).
Menurut keterangan yang ada, WIKA mengakui lalai atas sejumlah surat utang, seperti:
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan: Tahap I Tahun 2022, Tahap II Tahun 2022, Tahap I Tahun 2021, dan Tahap I Tahun 2020.
- Obligasi Berkelanjutan: Tahap I Tahun 2021.
Masalah kelalaian ini sejalan dengan kinerja keuangan WIKA yang anjlok drastis. Pada semester I 2025, perusahaan ini mencatat rugi bersih mencapai Rp1,66 triliun, berbalik total dari laba bersih Rp401,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan WIKA anjlok 22,18% menjadi hanya Rp5,86 triliun. Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan, laba usaha perusahaan tetap terjun bebas 96,07% menjadi Rp133,27 miliar.
Akibat kerugian besar ini, total defisit WIKA per 30 Juni 2025 membengkak menjadi Rp11,2 triliun, naik 17,4% dibandingkan akhir tahun 2024. Ekuitas perusahaan pun terperosok 14,41%.
Situasi ini membuat nasib investor yang memegang surat utang WIKA berada di ujung tanduk. PT Bank Mega Tbk (MEGA) selaku wali amanat dikabarkan akan segera mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Langkah ini diharapkan dapat melindungi hak-hak investor di tengah ketidakpastian ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
International Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, Apa Saja Kewenangannya
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah