Suara.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai terasa di sejumlah SPBU, khususnya yang dikelola oleh perusahaan swasta seperti Shell dan BP-AKR.
Terpantau sejak 26 Agustus lalu, laporan dari berbagai lokasi menunjukkan beberapa jenis BBM di SPBU tersebut tidak tersedia.
Jenis-jenis BBM yang mengalami kekosongan ini mencakup Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, sementara di SPBU BP-AKR, produk BP 92 dan BP Ultimate juga dikabarkan kosong.
Menanggapi keluhan dari para pelanggan, manajemen dari kedua perusahaan tersebut akhirnya angkat bicara.
Shell Indonesia melalui President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengakui adanya permasalahan stok tersebut.
Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Meskipun beberapa produk premium mereka kosong, Ingrid memastikan bahwa SPBU Shell akan tetap beroperasi normal dan melayani pelanggan dengan produk yang masih tersedia, seperti Shell V-Power Diesel.
Layanan lain seperti Shell Select, Shell Recharge, serta bengkel dan penjualan pelumas juga dipastikan tetap berjalan.
Di sisi lain, Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, juga membenarkan laporan mengenai kekosongan stok di jaringan SPBU mereka.
Vanda menyebutkan bahwa ada "keterbatasan stok" untuk produk BP Ultimate dan BP 92, yang menyebabkan beberapa SPBU tidak dapat menyediakan produk secara lengkap.
Baca Juga: 5 Mobil Sedan Bekas untuk Wanita: Murah, Irit BBM, dan Minim Biaya Perawatan
Terkait kelangkaan BBM ini,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah sudah menambah kuota impor mereka.
"Saya ingin mengatakan bahwa semua perusahaan-perusahaan swasta itu telah mendapatkan kuota impor yang jumlahnya sama dengan 2024 ditambah dengan 10 persen," kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/8/2025) lalu.
Sedangkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa kelangkaan BBM bukan karena pembatasan izin impor. Menurut dia, hal ini terjadi karena tingginya permintaan konsumen.
Upaya Pemulihan Stok dan Koordinasi dengan Pemerintah
Baik Shell maupun BP-AKR menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam. Keduanya tengah berupaya keras untuk memastikan kelancaran distribusi produk agar stok BBM dapat kembali tersedia secepatnya.
Shell, misalnya, menyatakan bahwa mereka terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ketersediaan bahan bakar di seluruh jaringan SPBU mereka, sehingga pelanggan dapat kembali mendapatkan produk yang mereka butuhkan tanpa kendala.
Berita Terkait
-
Bukan Karena Izin Ditahan, Wamen ESDM Jelaskan Alasan Stok BBM Shell Kosong
-
Shell Kehabisan BBM, Bahlil Malah Ingin Perkuat Pertamina
-
Stok BBM Shell Kosong Lagi, Kapan Kembali Tersedia?
-
BBM di SPBU Shell dan BP Langka, Menteri Bahlil Bilang Begini...
-
5 Mobil Sedan Bekas untuk Wanita: Murah, Irit BBM, dan Minim Biaya Perawatan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM