Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 5 September 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.042.000 per gram.
Harga emas Antam itu tergelincir turun Rp 2.000 dibandingkan hari Kamis, 4 September 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.889.000 per gram.
Harga buyback itu juga merosot Rp 2.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.071.000
- Emas 1 Gram Rp 2.042.000
- Emas 2 gram Rp 4.024.000
- Emas 3 gram Rp 6.011.000
- Emas 5 gram Rp 9.985.000
- Emas 10 gram Rp 19.915.000
- Emas 25 gram Rp 49.662.000
- Emas 50 gram Rp 99.245.000
- Emas 100 gram Rp 198.412.000
- Emas 250 gram Rp 495.765.000
- Emas 500 gram Rp 991.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.982.600.000
Harga Emas Dunia Tergelincir
Harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi baru di level USD 3.578,50 per troy ounce pada Rabu (3/9/2025), sebelum akhirnya terkoreksi pada perdagangan Kamis (4/9/2025).
Mengutip FXstreet, logam mulia kini bergerak di kisaran USD 3.548 per troy ounce setelah sempat turun hingga USD 3.510 di sesi awal Amerika.
Koreksi harga emas ini dipicu oleh aksi ambil untung investor serta stabilnya Dolar AS (USD) yang menekan permintaan. Di sisi lain, kembalinya ketenangan di pasar obligasi global setelah gejolak pekan ini turut mengurangi tekanan beli aset safe haven.
Baca Juga: Emas Antam Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 2.044.000 per Gram
Meski demikian, tren penguatan emas secara umum masih terjaga. Pasar meyakini Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga dalam rapat kebijakan moneter pada 16-17 September mendatang. Prospek biaya pinjaman yang lebih rendah menjadi katalis utama, sebab emas tidak memberikan imbal hasil sehingga lebih menarik saat suku bunga turun.
Selain itu, faktor lain yang terus menopang permintaan emas adalah melemahnya Dolar AS, ketegangan perdagangan global, hingga keraguan pasar atas kredibilitas fiskal dan independensi The Fed di tengah dinamika ekonomi global.
Dari sisi fundamental, data tenaga kerja AS terbaru memberi sinyal beragam. Laporan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan kenaikan gaji sektor swasta hanya 54.000 pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi dan turun tajam dari revisi Juli sebesar 106.000. Klaim pengangguran awal juga naik tipis menjadi 237.000, menandakan sedikit peningkatan PHK.
Namun, ada kabar positif dari sisi produktivitas. Produktivitas Nonpertanian kuartal II direvisi naik menjadi 3,3 persen, sementara Biaya Tenaga Kerja Unit turun ke 1,0 persen, yang menunjukkan tekanan upah mulai mereda. Angka-angka ini semakin memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Fed bulan depan.
Kini, perhatian pelaku pasar beralih ke rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (5/9/2025) yang akan menjadi penentu arah berikutnya bagi emas. Jika data ketenagakerjaan kembali lemah, harga emas berpotensi melanjutkan reli setelah jeda teknikal ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta
-
Era STY Cuma 3-0, Timnas Indonesia Bakal Menang Berapa Gol Lawan Timor Leste Era Herdman?
-
Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang
-
Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai
-
Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%
-
Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar
-
BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta
-
5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton